Peta Persebaran Internet Dunia Di Tahun 2014

“Sebuah teknik pencitraan yang hebat, yang membuat kita tahu bagaimana persebaran internet di seluruh dunia. Dan tentu memberi kita sedikit gambaran tentang ditempat-tempat mana saja penduduknya memiliki kemudahan akses internet”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Alissa Walker

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Dimanakah internet itu berada? Peta ini mungkin dapat menjelaskannya lebih baik dari data statistik yang kita harapkan. Spot berwarna merah menunujukan lokasi tempat dengan perangkat paling banyak yang mengakses internet.

persebaran internet dunia
Peta Intensitas Persebaran Internet Seluruh Dunia

 

Peta ini dibuat pada tanggal 2 Agustus 2014 oleh John Matherly, pendiri dari Shodan, sebuah mesin pencari perangkat yang terkoneksi dengan internet. Matherly, yang menyebut dirinya sendiri sebagai cartographer internet, mengumpulkan data dan menempatkannya bersama-sama dengan mengirimkan request ping ke setiap alamat IP yang ada di internet, dan menyimpan data perangkat yang memberikan respon balik. Ping adalah sebuah utilitas jaringan yang mengirimkan pesan request echo (yang dikenal sebagai paket) pada suatu alamat IP – jika dalam versi sehari-hari seperti “Hey, apakah kamu ada disana?”

Bagian itu relatif mudah dibandingkan dengan proses visualisasi, kata Matherly. Perlu kurang lebih 5 jam untuk mengumpulkan data dan 12 jam tambahan untuk meng-generate gambar peta. Untuk hal itu, dia menggunakan program matplotlib plotting library yang ada di bahasa pemrograman Python.

Dari gambar pelangi ke-terkoneksian diatas, hasil peta yang dihasilkan memiliki kesamaan dengan yang pernah ada tahun lalu secara anonim – yang mana ilegal – dan juga dengan proyek dari CAIDA (link ini dan kredit kepada CAIDA telah diupdate). Meskipun Shodan dikenal baik dengan praktik yang memiliki potensi kecurangan dengan memburu jaringan yang tidak terproteksi, request ping – hal yang sama yang digunakan provider interntet untuk men-test kecepatan dan data yang hilang – adalah hal yang tidak berbahaya, Kata Metherly. “Kami hanya lebih maju dalam teknologi dimana kami dapat melakukannya dalam skala internet.”

Pada dasarnya, Shodan saat ini dapat mengirim dan menerima request cukup cepat dimana internet dunia dapat di-query kan hanya dalam beberapa jam saja. Dipersenjatai dengan proses terbaru, Matherly berencana untuk menelusuri perubahan koneksi internet global dalam setiap waktu. Dengan tingkat proliferasi dari “Internet of Things”, kami akan terus terikat untuk melihat beberapa lubang hitam yang perlahan menjadi berwarna dalam beberapa tahun ke depan.


 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.