“Tingkat pengembangan software bahkan lebih cepat dan lebih banyak dibanding teknologi berwujud fisik. Sayangnya karena saking banyak hingga begitu lumrahnya, banyak orang yang tidak menyadari atau memang sengaja mengabaikan potensi bahaya dari perwujudan teknologi ini. Tanpa disadarai sebuah revolusi software tengah terjadi, sebuah revolusi yang memiliki dampak yang sangat besar namun hanya dikuasai oleh segelintir kelompok atau orang yang bahkan melewati regulasi dari suatu negara” 

 – catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Sam Altman

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Dalam sejarah manusia, sudah terjadi tiga revolusi besar dalam bidang teknologi dan beberapa perubahan lebih kecil lainnya. Tiga revolusi besar itu adalah revolusi pertanian, revolusi industri dan satu yang tengah kita hadapi yaitu revolusi software. [1]

Tiga revolusi besar tersebut telah memberikan dampak yang luar biasa pada apa yang sebagian besar orang lakukan setiap hari dan bagaimana struktur masyarakat terbentuk. Revolusi yang terjadi sebelumnya yaitu revolusi industri, menciptakan banyak lapangan pekerjaan karena penggunaan teknologi baru membutuhkan banyak tenaga manusia untuk menjalankannya. Namun revolusi software bukanlah perjalanan teknologi yang biasanya karena terdapat suatu anomali di dalamnya. Di dalam revolusi ini, orang-orang berpikir atau mungkin dengan sadar mengetahui akan adanya manfaat atau keuntungan yang bisa didapatkan terutama dampaknya bagi status perekonomian mereka.

revolusi software

Dan tampaknya revolusi software juga akan membawa dampak yang sama seperti apa yang biasanya teknologi bawakan – menciptakan sumber kemakmuran namun menghilangkan lapangan pekerjaan. Tentu saja kita bisa menemukan hal-hal baru yang bisa dikerjakan untuk mengatasi keterbatasan jumlah tenaga manusia. Akan tetapi kita harus berhenti menganggap bahwa revolusi software itu sendiri, akan memberikan dampak baik ketika berhubungan dengan pemenuhan upah rata-rata.

Teknologi membawa pengaruh pada faktor kemampuan dan keberuntungan, terutama dalam prosesnya memeras sari-sari kekayaan dan memungkinkan terjadinya ketidaksamarataan. Saya rasa semakin melebarnya ketimpangan kesejahteraan merupakan salah satu masalah sosial paling besar yang akan kita hadapi pada 20 tahun mendatang. [2]  Kita bisa saja mengatasi ketimpangan tersebut dengan mendistribusikan sumber-sumber kemakmuran ke berbagai tempat, namun hal ini masih belum bisa mengatasi permasalahan dimana orang-orang membutuhkan sesuatu untuk dipenuhi.

Menahan diri melakukan pekerjaan yang tidak dikehendaki merupakan hal yang buruk namun menjadi gagasan yang populer. Mencoba menemukan pekerjaan baru diantara jutaan orang adalah ide yang bagus namun jelas sangat sulit karena apapun pekerjaan baru tersebut, secara mendasar bisa saja sangat berbeda dari apa yang ada saat ini. Strategi-strategi yang ada saat ini, seperti “ketika CEO dari Uber berbicara tentang mobil self-driving dan bagaimana perusahaan akan menyediakan jutaan lapangan pekerjaan” bukanlah jawaban yang tepat.

Tantangan besar kedua dari adanya revolusi software adalah pemusatan kekuasaan yang dimiliki oleh sekelompok kecil orang. Hal ini juga terjadi pada sebagian besar revolusi teknologi, namun teknologi mengerikan terakhir (bom atom) memberikan kita pelajaran yang buruk tentang bagaimana jalannya revolusi industri dan dampaknya pada pertumbuhan pekerjaan.

Sulitnya membuat bom atom bukan dikarenakan adanya larangan untuk mempelajari sumber pengetahuannya (meskipun demikian, jika saya tahu cara membuat sebuah bom atom, merupakan hal yang sangat ilegal bagi saya untuk mengatakannya) namun karena diperlukan begitu banyak energi untuk bisa mendapatkan Uranium. Salah satu yang jelas membutuhkan sumber daya dari sebuah negara untuk bisa melakukannya. [3]

Sekali lagi, ini bukanlah jalur normal dari sebuah teknologi – ini merupakan salah satu keistimewaan dalam pengembangan teknologi nuklir. Revolusi software sepertinya melakukan apa yang teknologi biasanya lakukan. Memberikan lebih banyak kekuasaan bagi kelompok-kelompok kecil

Dua resiko paling besar yang akan muncul dari revolusi software yaitu kecerdasan buatan dan biologi sintetik, bisa saja mendatangakan bahaya atau kerugian akibat dari apa yang dibuat oleh kelompok-kelompok kecil ini, atau bahkan dari perseorangan. Mungkin saja saat ini telah ada kemungkinan untuk mendesain dan membuat sesuatu berbahaya dalam sebuah lab kecil: pengembangan kecerdasan buatan (yang memiliki mengancam kehidupan manusia mungkin) hanya membutuhkan beberapa ratus orang dalam sebuah bangunan kantor dimana saja di seluruh dunia, tanpa perlengkapan khusus apapun kecuali komputer.

Ancaman baru nyata ini tidak membutuhkan sumber daya dari sebuah negara untuk membuatnya. Sejumlah hal yang diambil dari sumber daya negara – membangun roket contohnya – saat ini dapat dikerjakan oleh suatu perusahaan dimana secara khusus menjadi memungkinkan karena adanya peran dari software. Namun sebuah roket adalah sesuatu yang bisa digunakan untuk menghancurkan apapun di belahan bumi dimana saja.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak bisa melarang penyebaran ilmu pengetahuan tentang hal ini dan membuatnya menjadi ilegal. Kita tidak bisa menghentikan proses pengembangan teknologi itu.

Saya rasa strategi paling tepat adalah dengan membuat peraturan atau perundang-undangan yang masuk akal yang menjamin keamanan. Namun dengan tetap bekerja dengan maksimal memastikan apa yang kita dapatkan dari teknologi lebih kuat dari sisi baiknya dibandingkan dari sisi buruknya. Jika kita bisa mensintesis penyakit baru, mungkin kita bisa membuat vaksinnya. Jika kita bisa membuat kecerdasan buatan yang berdampak buruk, munkin kita juga bisa membuat kecerdasan buatan yang baik yang bisa menghentikan sisi buruknya.

Strategi yang telah ada saat ini sangat salah arah. Memang tidak akan menimbulkan dampak seperti terjadinya bom atom di masa ini. Dan jika kita bisa sesegera mungkin berhenti mengabaikannya, maka akan semakin baik lagi bagi kita semua. Fakta bahwa kita belum melakukan upaya serius dalam menangani ancaman biologi sintesis dan pengembangan kecerdasan buatan adalah hal yang cukup menakjubkan.

Untuk lebih memperjelas, saya adalah fans yang mendukung revolusi software dan saya merasa beruntung lahir pada masa ini. Namun saya khawatir kita belajar pada arah yang salah dari yang sudah-sudah ada sebelumnya. Dan dua masalah ini, penghilangan pekerjaan dalam skala besar dan pengumpulan kekuasaan besar akan semakin tidak diwaspadai.

 

[1] Banyak hal-hal kecil menjadi sesuatu yang sangat penting, seperti kapak tangan, tulis menulis, kanon, mesin pembakaran internal, bom atom, memancing (banyak orang percaya bahwa memancing membuat kita bisa mengembangkan otak sampai bisa berkembang seperti saat ini), dan banyak hal lainnya.

[2] Memang benar bahwa hidup lebih baik dalam arti absolut pada seratus tahun yang lalu bahkan bagi orang-orang miskin/sederhana. Sebagian besar tentang orang-orang yang menjaga tingkat ketidaksamarataan kesejahteraan juga benar adanya – orang-orang yang dibayar mahal memang memberikan layanan yang terjangkau bagi orang-orang yang kurang sejahtera.

Meskipun demikian, mengabaikan kualitas kehidupan berhubungan dengan bagaimana orang-orang yang hidup saat ini merasa mengabaikan sisi kemanusiaan mereka. Saya rasa adalah sesuatu yang baik ketika beberapa orang bisa mendapatkan ribuan kali uang lebih banyak dari yang orang-orang lain dapatkan. Namun saya juga tidak membenci kewajiban akan jumlah pajak yang dikenakan dan berpikir bahwa kita seharusnya melakukan sesuatu yang lebih banyak lagi untuk bisa membantu orang yang benar-benar miskin.

[3] Atau setidaknya penggunaannya dijelaskan pada tautan artikel ini. http://en.wikipedia.org/wiki/Separation_of_isotopes_by_laser_excitation

Print Friendly, PDF & Email