“Dibalik predikat sebagai salah satu perusahaan teknologi paling inovatif, Google mulai mengalami masalah pada raihan jumlah pencarian yang terus mengalam penurunan. Tidak heran jika Larry Page mulai serius memikirkan tentang  gambaran besar peran Google di masa depan”

– catatan editor –

 

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Leo Mirani

Ditranslasikan ke dalam Bahas Indonesia oleh: Taufik Al

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Google mulai tersandung. Pada awal bulan Oktober tahun lalu, mereka membuat para pemegang saham kecewa dengan hasil yang tidak menggembirakan dikuartal tahun 2014. Jumlah uang yang mereka dapatkan dari hasil setiap kali mengklik iklan terus menurun selama tiga tahun terakhir.

Sebagai responnya, dikutip dari Re/Code, CEO Google Larry Page telah menunjuk orang dalam yaitu Sundar Pichai untuk memimpin sebagian besar lini produk Google, agar Page bisa lebih fokus pada “gambaran yang lebih besar.” Re/Code menyatakan bahwa “langkah ini nampaknya bermula dari kekhawatiran Page – ini bukan hal baru – bahwa Google semakin lama semakin kurang inovatif.”

Wajar saja jika ia khawatir. Ketika Google masih nyaman di posisinya dengan tetap mendapat keuntungan, dominasi mereka, sebagai mesin pencari sepertinya telah mencapai puncaknya.

Sebuah pertanyaan dari berbagai jawaban

Google mendapat sekitar 3.3 milyar pencarian tiap harinya. Pada bulan Juni tahun ini, orang-orang melakukan pencarian di Facebook 1 milyar kali dalam sehari, kebanyakan untuk menemukan orang lain. “Banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Facebook,” kata Mark Zuckerberg dalam pengumuman pendapatan awal tahun lalu. (pendapatan kuartal ketiga Facebook akan diumumkan bulan Oktober 2014)

Apple, Amazon, dan kompetitor lainnya juga terus mengancam benteng pertahanan Google. Tidak ada satupun dari mereka bisa menggulingkan sebuah perusahaan yang mengambil satu dari tiga dolar (dinding pembayaran) dari iklan internet. Namun kombinasi kekuatan mereka terus membuat lubang yang semakin besar di pertahanan Google. Facebook berfokus pada konten dan koneksi. Amazon menganggap bahwa hal tersebut mampu memojokkan pencarian produk. Twitter menerima lebih dari 1.5 milyar pencarian setiap harinya. Sistem operasi terbaru Apple untuk komputer desktop, Yosemite, menggunakan Microsoft Bing untuk memperkuat fungsi pencarian terbaru mereka, yang memungkinkan pengguna menjelajahi web dari desktop mereka.

Qwant, sebuah mesin pencari asal Perancis, menampilkan hasil dari web dan media sosial dalam satu halaman. Fakta-fakta spesifik dapat ditemukan di Wolfram Alpha, yang dapat dengan cepat memberitahu anda populasi New York pada tahun 1866. Bagi mereka yang menjaga privasi bisa mengunjungi DuckDuckGo, yang tidak melacak penggunanya.

Bahkan direktur Google Eric Schmidt mengakui – mungkin untuk mengelak dari dugaan tingkah laku antikompetitif – bahwa Google tidak selalu menjadi pemberhentian pertama bagi pengguna internet yang sedang mencari informasi.

Mesin Pencari Google – Berjuang melawan banyak gerakan

Gerakan yang lain juga sudah dimulai. Secara online, pemblokir iklan semakin populer. Ponsel Fire Phone terbaru Amazon pun merupakan mesin pencari yang dikemas dalam sebuah smartphone. (meski gagal, bukan berarti Amazon akan menyerah.) Facebook sedang membangun infrastruktur yang memungkinkan para pengembang aplikasi menghubungkan berbagai hal kedalam aplikasi lain, yang akan membentuk basis dari sebuah mesin pencari yang berguna untuk web mobile, yang saat ini masih semrawut. Dominasi Google sebagai mesin pencari juga mendapat ancaman dari para regulator, khususnya di Eropa yang menjaga masalah privasi.

Namun, penjualan Google akan terus naik sebagaimana ruang penetrasi internet yang semakin dalam pada kehidupan sehari-hari. Mereka menghabiskan uang untuk hal-hal seperti mendorong penjualan ponsel mereka di pasar negara berkembang, inovasi-inovasi seperti drone dan robot-robot, dan proyek jangka panjang termasuk mobil tanpa pengemudi dan komputasi quantum. Mereka mempunyai banyak uang untuk berinvestasi agar tetap menjadi yang terdepan sebagai mesin pencari, yang masih menjadi mesin pembuat uang utama bagi mereka: 91% pendapatan mereka berasal dari iklan.

Namun seperti Microsoft yang berubah dari yang terdepan menjadi yang terbelakang di era internet ini, mungkin Google akan kesulitan untuk beradaptasi dengan bergesernya cara orang-orang berinteraksi dengan perangkat mereka. Dan inilah mengapa Larry Page perlu waktu untuk mempertimbangkan “gambaran yang lebih besar” tentang bagaimana Google seharusnya di masa depan.

Print Friendly, PDF & Email