“Jika anda memiliki perangkat WiFi dan saat ini belum ada banyak yang menggunakan WiFi di sekitar tempat tinggal anda, mungkin tips dalam artikel ini tidak anda butuhkan. Namun sebaliknya, jika anda berada di kawasan dengan banyaknya sinyal-sinyal WiFi bermunculan, dan anda merasa kecepatan internet WiFi anda menurun, mungkin ini saatnya untuk mencoba mengoptimalkan koneksi WiFI anda sendiri”

 – catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Max Teodorescu

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Apakah anda sering tiba-tiba mengalami kehilangan atau penurunan koneksi internet dari jaringan WiFi pribadi anda? Apakah anda merasa terganggu ketika sedang asik menonton film favorit di YouTube atau di Netflix atau ketika bermain game online, koneksi internet anda secara berkala menurun atau bahkan terputus? WiFi lemah dan tidak stabil seringkali menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penggunanya. Dan banyak dari mereka yang takut melakukan perubahan konfigurasi pada perangkat WiFi yang mereka miliki, karena tampak terlalu rumit dan sulit untuk dipahami. Namun sebenarnya, mengoptimalkan koneksi WiFi anda sendiri adalah hal yang mudah asal tetap mengikuti setiap urutan instruksi yang ada. Tips di bawah ini akan membantu anda meningkatkan kecepatan jaringan wireless atau nirkabel ketika kabel Ethernet tidak bisa dijadikan sebagai pilihan.

1. Gunakan Driver Atau Firmware Terbaru Untuk Perangkat WiFi

Pastikan bahwa router wireless menggunakan driver firmware terbaru. Ini bukan solusi favorit dari saya, namun ini merupakan solusi (de facto) yang disarankan oleh kelompok perwakilan pelanggan yang sudah tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Cara ini digunakan karena pernah ditemukan kasus di mana firmware tidak memiliki fungsi optimal atau tidak dapat memanfaatkan keuntungan dari arsitektur x64 yang telah ada. Ini adalah sebuah langkah kecil dan sangat mudah dilakukan. Anda tidak punya alasan untuk tidak melakukannya. Langkah ini biasanya dilakukan dengan mengklik perintah “Update Firmware” pada bagian halaman admin perangkat router anda. Ingat, halaman admin ini diakses dengan mengetikkan alamat IP dari router di kolom bar navigasi browser.

2. Upgrade Hardware WiFi

Jika anda menggunakan sistem operasi Windows, masuk ke pengaturan “device manager” komputer untuk melihat standar wireless yang digunakan oleh adaptor WiFi anda. Klik kanan 1x ikon Computer -> Properties -> Device manager -> Network Adapters. Biasanya angka versi wireless ditandai dengan awalan 802.xxxx. 802.11ac adalah standar wireless paling modern yang mampu mendukung kecepatan transfer data hingga 1 GBps. Kemampuan ini dua kali lebih cepat dari versi “n” pendahulunya. Standar “ac” akhirnya akan menggantikan versi wireless sebelumnya 802.11a / b / g / n. Jika adapter WiFi atau router anda masih menggunakan versi di bawah ac, anda layak untuk mempertimbangkan melakukan penggantian unit baru.

3. Ganti Channel WiFi

Terdapat beberapa channel / saluran yang digunakan oleh router anda untuk dapat berkomunikasi dengan PC, laptop atau perangkat lainnya. Akan tetapi jika semua orang di daerah sekitar anda memiliki router WiFi dengan konfigurasi standar dan bekerja pada channel yang sama, maka kecepatan koneksi jaringan akan berkurang. Untuk melihat dimana channel jaringan WiFi yang berkomunikasi di sekitar anda berada, bagi yang menggunakan OS Windows, klik start pada toolbar Windows, lalu ketik “cmd” pada kotak pencarian untuk menemukan dan meluncurkan baris perintah pada command promt (cmd.exe). Berikutnya, ketik “netsh wlan show all” seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Ganti channel WiFi

Source: electronicproducts.com

Hasil dari perintah tersebut akan memperlihatkan kembali daftar lengkap semua jaringan yang ada di sekitar anda. Cek dan catat jumlah jaringan WiFi yang salurannya tumpang tindih dengan WiFi yang anda gunakan. Atau, anda juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketika yaitu WiFi Analyzer untuk menampilkan grafik data ini, yang lebih memudahkan anda untuk memahami representasi visualnya.

WiFi Analyser

Source: electronicproducts.com

Membuat setidaknya catatan channel, akan membantu anda ketika akan berpindah ke channel lain berdasarkan petunjuk yang ada di bawah ini. Mengenai frekuensi yang digunakan oleh router, tergantung pada usia router anda. Jika masih menggunakan model lama maka biasanya akan mengirimkan data pada frekuensi 2.4GHz atau pada frekuensi 5GHz jika router telah menggunakan standar 802.11ac.

Untuk mengubah channel, ketik alamat IP router ke browser seperti yang disebutkan sebelumnya. (Cek alamat IP router pada buku panduan yang disertakan dalam box produk, atau bisa juga dicari di-Google jika anda telah mengetahui model router yang digunakan). Setelah jendela konfigurasi router telah terbuka, arahkan ke tab “Wireless,” dan pilah-pilah pengaturan sampai anda menemukan tampilan seperti gambar di bawah:

router channel WiFi

Source: electronicproducts.com

Klik “Wide Channel” dan pilih channel yang paling sedikit digunakan di wilayah anda. Koneksikan kembali perangkat anda dan coba rasakan perubahannya.

4. Pengaturan Tambahan Pada Router – 5GHz

Jika adapter dan router anda mendukung frekuensi “Dual-band,” pastikan anda telah memilih dan mengaktifkan mode wireless 5GHz di bagian pengaturan wireless. Cara ini memberikan output yang lebih baik karena 2.4GHz memiliki kemungkinan lebih dibanjiri tidak hanya oleh jaringan Wi-Fi lain, tetapi juga oleh headset Bluetooth, telepon rumah tanpa kabel, alat pemantau bayi dan perangkat wireless lainnya. Karena terdapat keterbatasan pada jumlah spektrum, dan sebagian besar perangkat ini bersaing dalam spektrum yang sama, maka tidaklah heran jika sering terjadi gangguan dan menurunkan bandwidth kecepatan transfer data.

frekuensi dual band WiFi

Source: electronicproducts.com

5. Pengaturan Tambahan Pada Router – RTS Threshold

RTS, akronim dari “request to send,” dimana berarti dikirim oleh klien ke perangkat access point untuk meminta izin mengirim paket data berikutnya. Menurunkan nilai ini meningkatkan stabilitas jaringan WiFi karena akan meningkatkan frekuensi seberapa sering pengecekan ini dilakukan. Sebaliknya, menaikkan nilai ini mengurangi frekuensi pengecekan. Jika jaringan anda stabil, meningkatkan Threshold RTS ke maksimum yang diperbolehkan, seharusnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja koneksi anda secara keseluruhan.

Cara ini bisa dicapai dengan melihat “RTS nilai Threshold” di dalam pengaturan wireless router, dan mengubah nilainya menjadi 2347. Jika terjadi penurunan kecepatan koneksi, maka turunkan kembali ke nilainya semula.

RTS Treshold WiFi

Source: electronicproducts.com

6. Pengaturan Tambahan Pada Router – Fragmentasi Threshold

Fragmentasi threshold menentukan ukuran paket data yang klien dapat kirimkan: paket kecil meningkatkan kehandalan pada beban kinerja dan paket yang lebih besar memberikan efek yang sebaliknya. Jika koneksi anda dapat diandalkan, maka anda dapat memperpanjang batas ini untuk nilai maksimum menjadi 2346. Jika tidak, turunkan kembali nilai fragmentasi threshold atau kembalikan seperti semula.

7. Aktifkan Pengaturan Multimedia / Mode Game

Jika pengaturan ini tersedia pada adapter wireless anda, dan anda adalah penikmat konten multimedia atau game online, maka anda wajib mengaktifkannya (wajib untuk warnet game online). Dengan mengaktifkannya, paket data yang memiliki kaitan dengan video streaming atau game online akan lebih diprioritaskan. Artinya, paket data Netflix atau YouTube akan menggunakan lebih banyak bandwidth.

Game Mode WiFi

Source: electronicproducts.com

8. Siapkan WiFi Repeater

Bagi orang-orang yang tinggal di rumah bertingkat atau rumah berdinding tebal, satu unit router wireless mungkin tidak akan cukup melayani seluruh rumah. Jika hal ini terjadi, maka menggunakan repeater wireless tambahan mungkin bisa menjadi pertimbangan terbaik anda. Menyerupai router wireless, repeater bertindak sebagai relay untuk sinyal WiFi, mengambilnya dan memancarkan ulang dengan kekuatan yang lebih baru. Perangkat repeater akan terhubung ke repeater WiFi sebagai klien biasa, dan memperoleh alamat IP melalui DHCP (dynamic host configuration protocol) sama seperti pada PC atau laptop.

Kadang-kadang produsen elektronik menyebut perangkat ini dengan nama “range extender” atau “WiFi expander,” namun sebenarnya kedual hal tersebut pada dasarnya adalah hal yang sama. Hal utama yang harus diperhatikan adalah bahwa perangkat yang anda beli akan memancarkan ulang frekuensi standar yang sama dengan router anda, artinya, jika router mentransmisikan di 802.11n, pastikan repeater juga menggunakan standar yang sama.

9. Faktor Antena

Terlepas dari bagaimana mengoptimalkan pengaturan router nirkabel dilakukan, penempatan antena yang tidak baik dan kualitas produk yang buruk akan berpengaruh pada kekuatan sinyal WiFi. Pertama, pahami bahwa antena bawaan dari router wireless berjenis omnidirectional, dimana sinyal memancar ke segala arah. Tidak hanya karena berdekatan dengan dinding, pintu, furnitur, cermin dan jendela saja yang bisa menyebabkan gangguan dan degradasi sinyal, tetapi kekuatan sinyal tambahan terbuang percuma ketika disalurkan dalam arah yang berlawanan dengan adapter yang mungkin menerimanya. Tergantung dari lokasi komputer / laptop, mencerobongkan sinyal ke arah perangkat yang akan menggunakan koneksi WiFi mungkin lebih bermanfaat.

Antena WiFi dari kaleng

Source: electronicproducts.com

Cara ini bisa dicapai dengan mengganti antena omni-directional dengan antena satu arah, atau dengan membuatnya sendiri dengan kaleng bekas bir atau soda. Cukup mengosongkan isi kaleng, membersihkannya, dan menghilangkan bagian bawah kaleng menggunakan cutter atau pisau. Berikutnya, potong sekitar bagian atas kaleng, hanya menyisakan satu inci yang menempel di bodi. Setelah selesai, potong memanjang dan tarik lempengan potongan aluminium untuk menciptakan bentuk yang menyerupai pemancar radar. Terakhir, balik potongan kaleng, dan masukkan antena pada bagian mulut kaleng. Maka sekarang anda telah membuat reflektor untuk mengkonsentrasikan sinyal WiFi pada arah yang ingin anda pilih.

Jika cara ini tidak meningkatkan sinyal WiFi anda, maka pertimbangkan membeli antena tambahan yang mungkin disebabkan karena antena bawaan yang digunakan memiliki kualitas yang rendah.

10. Benchmark Dan Diagnosa Koneksi WiFi Anda

Setelah melakukan semua hal yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan jaringan WiFi, saatnya melakukan benchmark menggunakan aplikasi gratis QCheck. Masukkan alamat IP anda di tab yang ditandai “Endpoint 1” dan alamat IP lain dalam jaringan anda di “Endpoint 2,” untuk menguji kecepatan koneksi yang didapatkan. Hasil tes ini akan memberikan informasi tambahan tentang penyebab-penyebab lain yang menimbulkan potensi kemacetan pada lalu lintas data wireless anda.

Aplikasi QCheck