“Google masih menutup tirai mengenai bagaimana sebenarnya mesin pencarinya bekerja. Meskipun banyak orang menganggap PageRank adalah sumber penggeraknya, namun pada prakteknya, hasil pencarian Google ini tidak sepenuhnya menggambarkan penilaian dari algoritma PageRank”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Rob Chant

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Algoritma Google PageRank telah ada sejak,,, yaa mungkin sejak Google itu sendiri ada. Namun demikian, masih saja ada banyak kebingungan tentang apa sebenarnya algoritma ini, bagaimana cara kerjanya, bagaimana pentingnya dan bagaimana cara kita menggunakannya dengan tepat berdasarkan informasi-informasi tersebut.

Algoritma PageRank

Algoritma PageRank

Sementara itu, jika hal-hal lainnya telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, mengikuti pembaharuan dan pengembangan yang telah dilakukan oleh Google, beberapa fakta-fakta dasar tidak mengalami perubahan.

Sebelum kita menyelam lebih dalam tentang PageRank, kita harus membuat batasan yang jelas antara dua hal, yaitu:

  • Page Rank, ini untuk merujuk kepada algoritmanya sendiri dan nilai masing-masing halaman yang didapatkannya.
  • Toolbar PageRank, adalah istilah tidak resmi yang digunakan untuk menampilkan nilai PageRank secara umum. Resminya, hanya tersedia di Google Toolbar (merujuk kepada namanya), namun pada kenyataannya banyak alat-alat SEO menyediakannya.

Kita akan melihat dua hal ini secara terpisah.

PageRank, Apa Sebenarnya Ini?

PageRank adalah yang membuat Google ada saat ini, sebuah analisis heuristik tentang graf keterhubungan web atau dalam istilah sederhana, sebuah cara matematis untuk menentukan suatu halaman web sebagai sumber yang penting berdasarkan link atau tautan yang menuju kepadanya yang berasal dari halaman web lain.

Inilah yang awalnya membuat hasil pencarian Google begitu berhasil melebihi sembilan mesin pencari lainnya yang sudah ada sebelumnya. Meskipun bukan yang pertama kali menggali informasi yang ada pada link-link web, merekalah yang pertama kali melakukannya dengan cara yang lebih bermakna.

Saya tidak akan menjelaskan dengan detail tentang bagaimana algoritma ini bekerja, namun jika anda tertarik, Matt Cutts memiliki informasi yang layak tentang hal ini sebagaimana yang dia sampaikan pada pembukaan postingan artikelnya yang berjudul “mengapa memahat jejak PageRank tidak lagi berguna?

Algoritmanya sendiri dideskripsikan dalam paper seminal oleh Sergey Brin dan Larry Page sebagai, “Anatomi dari Mesin Pencari Hypertext Skala Besar.” Dengan kata lain, ini adalah pengetahuan umum.

Namun demikian, sudahlah jelas bahwa PageRank telah mengalami evolusi dalam 10 tahun terakhir. Struktur dasarnya mungkin sama dengan yang sebelumnya, namun saat ini telah berubah menjadi semakin canggih pada berbagai aspek (sebagai contoh, memperkenalkan faktor tambahan untuk mendeteksi dan menilai link atau tautan berdasarkan di halaman mana mereka berada, yang setara dengan kekuatan dari halaman web itu).

Dari penjelasan tersebut, PageRank yang diperlihatkan pada paper aslinya biasanya merujuk pada PageRank yang masih murni atau klasik, berlawanan dengan bentuk salinannya yang sudah modern.

Sudah jelas juga bahwa Google saat ini menggunakan berbagai faktor untuk memperoleh hasil pencarian yang dapat anda lihat setiap harinya. Beberapa dari mereka, didapat sesuai dengan hasil PageRank yang perhitungannya berdasarkan hanya pada tautan-tautan. Dan yang lainnya akan berdasarkan pada beberapa faktor-faktor lain.

Google tidak mengungkapkan seberapa pentingnya peran PageRank dalam pencampuran total ini. Meskipun untuk saat ini tingkat kepentingannya berkurang dari waktu ke waktu, PageRank masih merupakan bagian penting dari keseluruhan total algoritma perangkingan.

Namun karena kita saat ini membahas tentang algoritma PageRank itu sendiri, bagaimana dengan angka yang didapatkannya?

Google juga masih belum memberikan gambaran jelas tentang hal ini (dan ingat, mereka tidak membeberkan informasi ini dan mereka hanya mengungkapkan Toolbar PageRank), namun pada esensinya, ini merupakan skala logaritma (seperti skala Richter untuk mengukur seberapa besar gempa bumi yang terjadi) dengan basis 16.

Jadi ini berarti PageRank dengan angka 2, berarti 16 kali lebih baik dibandingkan dengan yang ber-PageRank 1, PageRank 3 16 kali lebih baik dibandingkan dengan PageRank 2, dan begitu seterusnya. Sebagai gambaran saja tentang beberapa skala ini:

PageRank 4: 4,096 kali lebih baik dibandingkan dengan yang ber-PageRank 1

PageRank 5: 65,536 kali lebih baik dibandingkan dengan yang ber-PageRank 1

PageRank 6: 1,048,576 kali lebih baik dibandingkan dengan yang ber-PageRank 1

PageRank 8: 4,294,967,296 kali lebih baik dibandingkan dengan yang ber-PageRank 1

Jadi tersembunyi dalam skala yang tampak sederhana dari 0 ke 10 ini, sebenarnya terdapat rentang nilai besar yang sangat penting. Dan hal ini yang secara langsung membawa kita kepada Toolbar PageRank.

Apakah Toolbar PageRank Hanya Angka Yang Diperoleh Dari Algoritma PageRank?

Tidak. Google ingin anda mempercayai bahwa hal itulah yang menjadi sebab akibatnya, namun para SEO profesional percaya bahwa terdapat unsur perangkingan lain dari algoritma yang berbeda yang tercampur dalam angka-angka ini.

Namun demikian, masalah utamanya bukan pada apakah itu benar merupakan nilai dari PageRank atau tidak, namun pada fakta bahwa hanya terdapat sedikit informasi yang berharga apakah hal itu benar atau tidak. Dan ada juga sejumlah masalah lainnya:

  • Hanya memberitahukan satu gambaran signifikan. Seharusnya merupakah hal yang jelas dari contoh diatas, namun jika dilihat pada kenyataannya bahkan perbedaan antara PageRank 5 dan 5.01 adalah lebih besar dibandingkan perbedaan antara PageRank 4 dan 5. Jadi sebuah gambaran yang kita dapatkan, benar-benar hanya mengandung sedikit informasi.
  • Meskipun dengan mengabaikan perdebatan apakah itu hasil dari PageRank atau bukan, angka yang diberikan oleh Google, mungkin saja bukan refleksi akurat dari PageRank itu sendiri.
  • Hanya diupdate tiga sampai empat kali untuk masing-masing halaman dalam setahun. Sedangkan kontrasnya, representasi dari PageRank dalam internal Google adalah hampir selalu terupdate.

Jadi seharusnya sudah jelas bahwa meskipun algoritma PageRank itu sendiri merupakan hal yang penting, Toolbar PageRank tidak bisa dipergunakan sebagai skala dalam SEO. Saya merekomendasikan untuk tidak menggunakannya sebagai alat pengukur tingkat performa SEO (apa yang seharusnya dipergunakan bisa kita bahas nanti di lain waktu).

Toolbar PageRank juga memiliki manfaat yang berharga, yang mana bisa digunakan untuk melihat terjadinya penalti pada suatu web (kendatipun demikian dalam konteks ini seharusnya dijelaskan bersama dengan penyebabnya). Jika anda sedang memonitor rangking dari suatu halaman web selama beberapa waktu, lalu tiba-tiba angkanya jatuh, maka itu adalah petunjuk bahwa penalti sudah diberikan.

Demikian juga jika anda membandingkan sebuah halaman PageRank yang ekuivalen dengan mozRank (sebuah sarana independen yang memperkirakan seperti apa angka yang seharusnya oleh PageRank) dan jika angka yang ditunjukkan PageRank tercatat lebih rendah dibandingkan dengan mozRank, hal ini juga merupakan petunjuk untuk melihat apakah penalti telah terjadi. Cara ini bisa dimanfaatkan ketika akan memilih link atau tautan untuk membangun jaringan rekanan.

Toolbar PageRank juga memiliki kegunaan untuk menganalisa bagaimana Google mengetahui pentingnya sebuah halaman yang terdapat dalam situs web dengan membandingkan PageRank antar domain dan untuk mencari peluang-peluang yang sebelumnya terlewatkan (katakanlah jika anda memiliki sebuah halaman dengan PageRank yang besar namun tidak memiliki trafik pengunjung, ini mungkin berarti anda perlu menambahkan teks-teks pemancing dan pemilihan kata kunci untuk mengoptimalkan halaman web anda). Walaupun demikian, saya tidak akan merekomendasikan menggunakannya untuk membandingkan halaman-halaman web antar domain yang berbeda.

Merobohkan Beberapa Mitos

Dan terakhir, mari kita selesaikan dengan menghilangkan beberapa mitos-mitos umum dan konsep yang salah seputar PageRank:

  • PageRank bertindak seperti pemberi nilai dari satu halaman web ke halaman web lain. Ini adalah deskripsi yang luar biasa bagi orang awam, namun kenyataannya tidak bekerja seperti itu dan bahkan seringkali menyesatkan. Jika anda ingin menjadi seorang SEO profesional, merupakan hal yang penting untuk memahami PageRank dengan baik. Anda dapat membaca postingan dari Matt Cutt yang tautannya telah saya cantumkan diatas. Sebuah analogi yang baik adalah dimana hal ini dikalkulasi atau dihitung dari kemungkinan-kemungkinan seseorang akan tiba pada halaman apapun jika dia mengikuti link-link yang ada di web secara random. Salah satu dampak yang terjadi dari hal ini adalah link yang tertaut keluar akan menyebabkan terjadinya pengurangan nilai PageRank. Ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa sebuah link yang berasal dari halaman yang memiliki banyak link masuk adalah lebih baik dibandingkan dengan halaman yang hanya sedikit memilikinya. 
  • Setiap situs web memiliki PageRank. Tidak, mereka tidak memilikinya! PageRank hanya berlaku pada satu halaman, bukan keseluruhan situs. Orang-orang seringkali menunjukkan PageRank dari situs mereka, namun apa yang sebenarnya mereka tunjukan adalah PageRank dari halaman depan situs mereka. Google memiliki basis algoritma lain, yang dinamakan DomainRank, yang bekerja dengan cara yang hampir sama dengan PageRank, namun berada pada level domain, bukan pada level halaman. Namun ini adalah cerita yang berbeda. Patut dipertimbangkan juga bahwa halaman depan web cenderung memiliki nilai PageRank yang lebih tinggi dibandingkan dengan halaman-halaman web yang ada di dalamnya, karena mereka memiliki lebih banyak link yang bisa diarahkan.
  • PageRank berhubungan langsung dengan trafik kunjungan. Tidak benar! PageRank adalah sebuah indikator kemampuan tersembunyi suatu halaman untuk bisa dirangking, namun tanpa tahu bagaimana sebenarnya proses perangkingannya atau apa saja syarat-syarat perangkingannya. Pikirkan hal ini sebagai sesuatu yang potensial. Mengenai bagaimana proses perangkingan sebenarnya terjadi, Google juga harus mengaitkan halaman yang didapat dengan satu atau lebih kata kunci dan menggunakan algoritma yang sepenuhnya berbeda untuk melakukan hal itu. Jadi adalah tidak jarang kita melihat, sebagai contoh, sebuah halaman dengan PageRank 3 mendapatkan trafik kunjungan yang lebih banyak dibandingkan dengan halaman yang memiliki PageRank 5, dikarenakan si pembuatnya mengaitkannya dengan beberapa kata kunci yang populer, dan yang satunya lagi mungkin tidak terlalu baik dikaitkan dengan suatu kata kunci apapun. Meskipun demikian, adalah cukup beralasan mengasumsikan bahwa antara dua halaman web dengan kata kunci yang sama, salah satunya yang memiliki PageRank yang lebih tinggi akan berada pada hasil yang lebih baik, meskipun beberapa bentuk keberatan pada informasi yang diberikan diatas masih tetap berlaku.
  • PageRank memperlihatkan seberapa pentingnya situs anda oleh Google. Tidak. PageRank hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor yang Google pergunakan untuk mengindeks situs dan merangkingnya.
  • PageRank adalah satu-satunya algoritma yang digunakan oleh Google. Sekali lagi salah. Meskipun demikian, ketika Google pertama kali berdiri hal ini mungkin saja benar. Namun saat ini mereka menggunakan perhitungan berbasis link untuk segala macam hal-hal yang dilakukan seperti pada pengindeksan, perangkingan dan pengaitan kata kunci.

Kesimpulan

Memiliki setidaknya sebuah pengetahuan yang baik tentang PageRank adalah hal vital dalam menjalankan SEO, yang nantinya dapat dipergunakan untuk membangun link-link atau tautan dan untuk dapat lebih memahami pendistribusian skor PageRank di seluruh web. Namun demikian, sebagai alat ukur SEO (diluar beberapa kondisi tertentu) Toolbar PageRank sepenuhnya tidak berguna dan harus menggunakan pendekatan yang lebih hati-hati.

 

Print Friendly, PDF & Email