“Setiap detik, setiap menit yang telah lewat tidak akan bisa kita dapatkan kembali. Sedangkan waktu adalah hal yang terbatas, bukan hal yang abadi. Tidak ada yang salah dengan bersantai, menghibur diri untuk menyegarkan pikiran. Namun dengan sedikit perubahan pengaturan waktu yang efektif, kita menjadi lebih bisa menghargai waktu, dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang bisa mengembangkan diri anda. Buatlah seakan anda tidak akan pernah menyesali setiap waktu yang anda lewatkan”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Sean Kim

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Waktu adalah hal paling berharga yang kita miliki.

Tidak seperti uang, setiap menit yang telah berlalu adalah hal yang tidak akan pernah kita dapatkan kembali.

Kita perlu memaksimalkan waktu yang kita miliki setiap hari dengan memfokuskan diri pada apa yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita, seperti mempelajari sebuah keterampilan baru.

Tidak peduli apakah hal tersebut bisa meningkatkan keterampilan menulis anda, mempelajari suatu bahasa baru, atau mencari peralatan baru, mempelajari hal-hal baru terbukti meningkatkan peluang karir yang anda inginkan, memacu kesehatan otak, dan meningkatkan kecepatan pembelajaran.

Ketika kita telah mengetahui keuntungan dari belajar hal yang baru sudahlah jelas, terdapat masalah utama tentang bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik dalam jadwal atau rutinitas yang kita miliki, dan menempatkannya pada skala prioritas.

Berikut ini adalah tips-tips agar anda bisa menemukan lebih banyak waktu mempelajari hal-hal baru dalam rutinitas harian anda.

Catat Rutinitas Anda

Sebelum menggali lebih dalam tentang bagaimana mendapatkan waktu extra dari rutinitas harian, kita perlu mengetahui bagaimana kita menghabiskan waktu dalam sehari.

Mulai dengan mencatat apapun yang anda lakukan dalam satu hari dalam kalender-mu. Buatlah tampak sederhana dengan mengkategorikan masing-masing tugas/pekerjaan dalam dua warna yang menggambarkan:

  1. Waktu kerja (biru)    
  2. Waktu luang (hijau)
Jadwal Rutinitas

Jadwal Rutinitas

Lihat pada contoh jadwal diatas, terdapat beberapa waktu extra dari jam 12p – 4:30pm, sebelum waktu sarapan pagi (dengan bangun lebih awal), makan siang dan waktu bermain game di sore hari.

Terdapat cukup banyak waktu luang untuk digunakan sekitar 30-60 menit perhari untuk mempelajari hal-hal baru, daripada digunakan hanya untuk bersosial media atau kegiatan bermalas-malasan lainnya.

Ketika anda mencatat dengan tepat apa yang anda lakukan setiap hari, anda akan terkejut mengetahui berapa banyak waktu luang yang anda miliki dan menginvestasikannya untuk mempelajari hal-hal baru.

Berikan Prioritas

Untuk menentukan prioritas pada jadwal rencana anda, kita akan menggunakan sebuah kerangka kerja yang dikembangkan oleh Presiden ke-34 Amerika Serikat, yang merupakan salah satu pemimpin paling produktif yang pernah ada : Dwight D. Eisenhower.

Strategi produktivitas Eisenhower paling terkenal bernama “The Eisenhower Box.” Kerangka kerja organisasi yang luar biasa ini membuat anda bisa memprioritaskan banyak rencana yang anda miliki dalam sehari menjadi empat kategori:

  1. Mendesak dan penting (rencana yang akan anda kerjakan segera)
  2. Penting, namun tidak mendesak (rencana yang akan anda atur nanti)
  3. Mendesak, namun tidak penting (rencana yang bisa anda serahkan kepada orang lain).
  4. Tidak mendesak dan tidak juga penting (rencana yang bisa anda hapus atau hilangkan).

THE EISENHOWER BOX

Memanfaatkan Waktu Dengan Baik - EISENHOWER BOX

THE EISENHOWER BOX

Apa yang hebat dari kerangka kerja ini adalah terdapat suatu tindakan sederhana pada masing-masing kategori.

“Apa yang penting jarang merupakan hal yang mendesak dan apa yang mendesak jarang merupakan hal yang penting.”
Dwight D. Eisenhower

Hal pertama yang harus anda fokuskan adalah apa yang bisa segera anda serahkan kepada orang lain atau hapus dari daftar rencana anda. Apakah anda memiliki daftar rencana atau sebuah jadwal kalender, tanyakan pada diri anda sendiri hal-hal berikut:

  • Apa tujuan utama yang sedang ingin anda coba capai? (Mempelajari bahasa Spanyol, meningkatkan pendapatan usaha, dan lain sebagainya).
  • Mana dari rencana ini yang bisa mendekatkan anda pada tujuan anda?
  • Mana dari rencana ini yang tidak terlalu berdampak bisa anda serahkan kepada orang lain atau benar-benar bisa dihilangkan?

Kita terlalu sering memberikan prioritas pada rencana-rencana yang tidak memberikan dampak dan membuang-buang banyak waktu dalam keseharian kita, dibandingkan dengan menyerahkannya atau menghapusnya.

Berdasarkan Prinsip Pareto, hanya 20% dari usaha kita akan memberikan 80% dari hasil yang kita inginkan, jadi pastikanlah anda memilih bagian yang “dikerjakan” dan “diputuskan” dalam kotak strategis Eisenhower secara serius.

Setelah mengisi kotak Eisenhower anda, periksa kembali rencana anda dan hapus semua rencana dalam jadwal anda yang berada pada bagian untuk dilegasikan atau dihapus.

“Menjadi sibuk adalah suatu bentuk kemalasan – malas berpikir dan tindakan yang sembarangan.”
– Tim Ferriss –

Mengoptimalkannya (Memanfaatkan Waktu Dengan Baik)

Langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan jadwal anda.

Anda dapat melakukannya dalam tiga cara:

1.  Persingkat tugas kerja anda.

Sebagian besar dari kita memang berbakat dalam hal menunda-nunda sesuatu. Berdasarkan penjelasan Hukum Parkinson yang dikenal luas, jumlah waktu yang dimiliki seseorang untuk mengerjakan suatu tugas adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Ini berarti bahwa jika anda berpikir bahwa sebuah pekerjaan akan memerlukan waktu 2 jam, berikan diri anda batas waktu 1 jam. Dengan hal ini anda akan menemukan suatu cara untuk lebih fokus mengerjakannya tepat waktu.

2.  Potong setidaknya waktu luang tidak penting anda

Apakah terdapat beberapa waktu luang dalam hari anda, dimana anda tidak melakukan apa-apa atau mengerjakan sesuatu yang membuang-buang waktu? Mungkin anda telah mengetahui bahwa anda sering bersosial media di saat sore hari, atau mengecek email lebih dari 5 kali per hari. Kita semua melakukannya. Hapus beberapa waktu luang anda yang tidak penting dan gantilah dengan hal-hal yang bisa membuat anda memperoleh keterampilan baru.

3.  Gabungkan bersama-sama kedalam waktu luang anda

Ini adalah solusi cepat paling jitu yang dapat memberikan anda hasil terbaik di kedua sisi. Saat saya tidak merekomendasikan untuk bekerja secara rangkap ketika mengerjakan pekerjaan penting, hal ini bisa menjadi hal yang efektif jika diterapkan pada saat anda sedang santai atau bermalas-malasan. Sebagai contohnya, dibandingkan dengan menghilangkan rutinitas bersosial media atau rutinitas mengecek email, anda bisa melakukan kedua rutinitas ini bersama-sama. Disaat mengabungkan kedua hal ini bisa membuat anda tidak fokus 100%, hal ini tidak akan berdampak pada target yang ingin anda capai, karena anda menjalankannya secara rangkap pada saat waktu luang, bukan pada saat waktu kerja anda.

Sekali anda bisa menjalankan ketiga hal diatas atau bahkan satu dari proses pengoptimalan ini, anda akan menemukan darimana saja satu atau beberapa jam waktu lebih anda yang bisa anda peruntukan untuk mempelajari suatu hal baru.

Kembali Kepada Anda

Mana dari proses diatas anda temukan paling bermanfaat untuk menemukan lebih banyak waktu?
Keterampilan apa yang akan anda pelajari ketika anda menemukan lebih banyak waktu dalam rutinitas anda?

Print Friendly, PDF & Email