“Beberapa smartphone yang ada saat ini sudah dilengkapi dengan fitur lost mode. Namun masih banyak yang belum mengoptimalkannya dengan baik. Cerita dalam artikel ini akan memberikan gambaran betapa pentingnya fitur ini, bahkan memberikan harapan mendapatkan kembali handphone anda yang hilang”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Sam Sheffer

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Peraitha

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Saya sering mendengar kabar pencurian handphone, tapi tidak pernah berpikir akan terjadi pada diri saya sendiri. Awal tahun ini saya baru saja kehilangan iPhone 5S yang saya letakan di atas bangku saat sedang sibuk ice skating. Bodohnya diriku. Dan kali ini iPhone 6 Plus saya dicuri saat saya letakan di saku celana belakang. Tidak seperti 5S, 6 Plus memiliki aplikasi Find My iPhone yang sudah disetting dengan baik. Beginilah ceritanya saya menemukan kembali iPhone 6 Plus milik saya.

Malam itu biasa saja seperti sabtu malam lainnya di New York City, dugem di bar dan seperti yang anda tahu. Akhirnya saya memutuskan untuk menghabiskan malam di sebuah bar. Beberapa saat setelah sampai, saya baru menyadari bahwa iPhone saya tidak ada lagi. Saya segera mengeceknya, mencari di saku celana dan jaket saya, namun saya tidak bisa menemukannya. Saya tidak ingat dimana terakhir kali saya meletakannya. Saya mulai panik, saya terus bertanya pada diri saya sendiri “dimana iPhone saya?”

Selama beberapa hari terakhir, saya selalu meletakan iPhone saya di saku celana, karena ukurannya yang sangat besar. Saya rasa meletakan iPhone di saku depan celana jeans yang ketat sambil skating atau jalan-jalan adalah ide yang kurang bagus. Instruktor kami, William Savona meletakan iPhone di saku celana belakang, dan setelah membaca dari artikel Dan Seifert dan menemukan bahwa ia juga meletakannya di saku celana belakang, saya memutuskan untuk mencobanya. Malam itu, saya meletakannya di saku belakang celana. Dan sialnya seseorang pasti telah mengambilnya tanpa saya sadari. Siall!

Kakak saya langsung mengeluarkan handphonenya dan menelpon iPhone saya. Teleponnya masih tersambung, namun tidak ada jawaban. Untungnya, saya memiliki aplikasi Find My iPhone di 6 Plus yang sudah saya setting, saya langsung mengambil handphone kakak saya, pergi ke App Store, dan mendownload aplikasi Find My iPhone.

Hati saya berdebar kencang, saya merasa sangat kalut, marah dan bingung. “Apa saya meninggalkan iPhone saya di suatu tempat?” “Apakah iPhone saya masih ada saat di bar?” “saya tidak ingat meletakannya di mana” pikiran seperti itu memenuhi otak saya saat sedang menginstall aplikasi tersebut. Saya kemudian masuk ke akun iCloud, dan ada secercah harapan, iPhone saya berada disuatu tempat di bar.

Ketika anda melacak iPhone hilang anda menggunakan Find My iPhone, anda diberi tiga pilihan : menghidupkan sound di perangkat anda, menempatkan perangkat anda pada Lost Mode atau menghapus data perangkat secara keseluruhan. Anda juga ditunjukan peta dengan petunjuk lokasi terakhir yang ditunjukan perangkat, yang sepertinya diupdate setiap 30 detik selama iPhone anda masih hidup.

Jadi disanalah, saya kembali ke bar memegang iPhone 6 milik kakak saya dengan aplikasi Find My Iphone. Saya memencet tombol menyalakan suara, berharap saya akan mendengarnya bersuara disuatu tempat. Saya memutuskan berjalan sambil melihat-lihat, tapi bar sedang sangat ramai, music berputar sangat keras dan orang-orang dalam keadaan mabuk. Saya kemudian menghidupkan Lost Mode, karena sebetulnya saya tidak punya pilihan lainnya. Saya bahkan tidak begitu tahu apa itu Lost Mode, tapi itu malah berjalan lancar dengan Lost Mode. Ketika anda menghidupakan Lost Mode, anda diminta memasukan nomor handphone yang bisa dihubungi (saya memasukan nomor kakak saya), dan anda dapat menulis sebuah pesan. Saya menulis “tolong kembalikan iPhone milik saya!” Mungkin seseorang menemukan iPhone saya, atau mungkin jatuh di tanah di suatu tempat. Saya tidak memiliki pikiran bahwa pesan saya dikirim sebagai iMessage, muncul di handphone saya di suatu tempat. Tapi tidak banyak yang dapat saya lakukan.

Malam itu awalnya, saya sempat melihat pertunjukan dengan kakak saya di Brooklyn. Dia menemukan sebuah handphone saat pertunjukan, dan setelah pertunjukan selesai, seseorang dengan cemas mencari-cari sesuatu di lantai. Dan tebak, ternyata handphone itulah yang ia cari. Kakak saya mengembalikan perangkat tersebut dan melakukan tindakan yang baik pada hari itu.

Dengan cepat saya kembali ke bar. Saya rasa aplikasi Find My iPhone tidaklah akurat 100% dimana Anda bisa mengecek setiap inci, atau kaki lokasinya. Ikonnya sering berpindah-pindah dan kemudian ada sebuah titik yang ditujukan yang membuat saya berpikir pencurinya telah meninggalkan bar.

Saya melihat jam, bar akan segera tutup dan saya sudah menekan tombol Play Sound selama 45 menit. Saat orang-orang berjalan keluar bar, saya mulai menanyakan adakah yang melihat iPhone 6 plus terjatuh di lantai. Saya sangat berhati-hati, sehingga tidak terkesan menuduh, karena itu ide yang sangat buruk.

Rasanya saya sudah menyerah. Saya pergi menemui manejer (yang tahu situasi saya) untuk memberitahunya bahwa saya belum menemukan iPhone saya. Dan terjadi sesuatu : ikon di handphone saya berpindah ke seberang jalan. Orang itu meninggalkan bar. Ini adalah kesempatan saya.

Manager bar hanya bisa meminta maaf dan berdoa semoga saya bisa menemukannya. Saya langsung menemui kakak saya dan memberitahunya dengan wajah yang amat tegang. “Mereka diseberang jalan, ayo pergi!”

Kami meninggalkan bar dan berlari keseberang jalan. Saat kami menyeberang, penunjuk pada radar berpindah, muncul di trotoar satu blok lagi. Tapi saya tidak menemukan seseorang dimana aplikasi Find My iPhone menunjukan posisi iPhone saya. Saya menemukan segerombolan orang diseberang jalan, seorang laki-laki melambaikan sapu tangan kearah mobil, di sebelahnya terdapat tiga anak muda. Laki-laki itu tidak masuk ke dalam mobil, dan kembali berjalan. Seperti sesuatu menghampiri insting saya, saya tahu ini dia orangnya!

Saya mengatakan pada kakak saya di Hebrew, “saya kira itu dia,” dan kami mulai mengikutinya, kakak saya kira-kira berjarak 10-15 kaki di belakangnya, dan saya 10-15 kaki di belakang kakak saya. Saya terus memencet tombol Play Sound, dan ketika kakak saya mendengarnya. “Itu dia” kakak saya berteriak.

Bagimana anda menangkap seorang pencuri?

Dalam 24 tahun hidup saya, saya tidak pernah berada dalam pertarungan dan saya tidak pernah menghadapi seseorang seperti ini sebelumnya. Tapi bagimana caramu menangkap pencuri yang mencuri handphone 900 dolarmu? Apa yang akan anda katakan? Apa yang akan anda lakukan?

Momen ini menghidupkan insting saya. Saya tidak merasa takut. Saya merasa sangat percaya diri. Sebenarnya saya tidak memiliki keinginan untuk memulai perkelahian, tapi saya ingin handphone saya kembali. Laki-laki yang membawa iPhone saya tiba-tiba berhenti. Saya mendengarnya berdering, kami segera berlari ke arahnya dengan cepat. Tidak ada kata-kata lagi, hanya bunyi iPhone saya dari jaketnya.

“iPhone saya! Kamu membawa iPhone saya! Akhirnya saya menemukannya! iPhone saya,Itu bordering di jaket anda” Saya mengatakannya dengan senyum terbesar yang saya pernah miliki, saya bertingkah seperti saya baru saja memenangkan lottery. (Maaf saya cukup lebay)
Tanpa mengatakan apapun, dia mengeluarkan iPhone 6 Plus milik saya dari jaketnya, dan saya mengambilnya dari tangannya. Find My iPhone benar-benar bekerja! Yess!

Kakak saya dan saya berbicara dengan pencuri tersebut, kami bercanda dan tertawa tentang hal-hal aneh. Coba saja bayangkan, ini pukul 4 pagi dan kita sedang benar-benar mabuk.
Pencuri itu mengatakan bahwa ia sedang di bar ketika menemukan handphone saya. Saya tidak ingat dengan jelas apa yang ia katakan, tapi ia mengatakan bahwa ia menunggu di mobil untuk seseorang menemukannya.

Itu adalah hal yang gila untuk memikirkan sebuah kesempatan kecil untuk mendapatkan kembali handphone ini. Jika saya tidak berlari ke jalan, atau saya terkecoh dengan insting saya yang mengatakan laki-laki itu pencurinya, atau jika saja handphone kakak saya sedang mati, maka saya tidak akan pernah melihat handphone saya kembali. Tapi saya menemukannya. Ketekunan adalah kuncinya. Karma adalah sesuatu yang nyata.

Ini beberapa hikmah yang anda dapat dari cerita saya :

  • Jangan pernah meletakan iPhone anda di saku belakang celana
  • Kembalikan barang yang bukan milik anda
  • Find My iPhone bekerja dengan sangat baik, gunakanlah jika memang diperlukan!
  • Tekunlah, selalu ada harapan
  • Tersenyumlah
  • Hubungilah polisi, jangan menghadang bahaya sendiri. Jangan lakukan apa yang saya lakukan.

Setelah saya sampai dirumah saya menyadari sesuatu yang sangat aneh: Pencuri itu tidak pernah mematikan handphone saya. Mengapa? Hal pertama yang biasanya dilakukan pencuri adalah mematikan handphone atau memutuskan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk melacak lokasi handphone. Mengapa ia tidak mematikannya? Simplenya mungkin dia tidak bisa mematikannya. Mungkin ia tidak terbiasa dengan tombol power pada iPhone 6 dan iPhone 6 plus. Mungkin, tapi saya tidak tahu pastinya. Yang jelas dia tidak tahu, dan itulah mengapa saya bisa mendapatkannya kembali.

Jika Anda bertanya mengapa saya tidak melibatkan polisi, yang pasti pikiran itu tidak pernah terlintas di pikiran saya. Saat ikon di handphone saya berpindah ke seberang jalan, saya memiliki perasaan bahwa saya akan melihat handphone saya lagi. Tidak dapat dijelaskan dan gila, tapi itulah yang terjadi. Dan saya mendapatkan iPhone saya kembali.

Tapi jika suatu saat anda menemukan situasi seperti saya, anda harus memanggil petugas keamanan atau polisi. Laki-laki yang mencuri handphone saya mungkin saja memiliki senjata. Saya mungkin saja terluka. Saya senang handphone saya kembali, tapi jangan tiru apa yang saya lakukan.