“Tanpa email, tanpa adanya rapat-rapat, tanpa perlu bertatap muka langsung, Matt Mullenweg benar-benar memiliki cara yang berbeda dalam mengembangkan sebuah perusahaan teknologi sekelas WordPress”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Shane Snow

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh Reopan editor: Reopan editor


Dalam artikel ini terdapat hasil wawancara bersama pencipta WordPress Matt Mullenweg, pendamping manajemen Scott Berkun, pengamat sejarah WordPress Siobhan McKeown, kontributor awal WordPress Rich Bowen, dan CEO WordPress Toni Schneider.

perusahaan wordpress

Bagaimana Perusahaan WordPress Bekerja

Setiap jam tujuh pagi, Matt Mullenweg bangun tidur dari rumahnya di Houston, Texas, dan kemudian membaca sebuah buku. Setelah beberapa bab, dia kemudian membuat telur dadar, mengambil beberapa botol air dan berjalan ke dalam kantornya – dimana hanya berjarak beberapa kaki saja. Ini adalah ruangan suite eksekutif dimana Mullenweg menjalankan tiga perusahaannya yaitu, sebuah startup yang didukung modal ventura, sebuah yayasan nonprofit, dan salah satu proyek open source terbesar di dunia.

Dari sana dia bisa masuk ke dalam ruangan online khusus dimana semua anggota tim menuangkan diskusinya tentang apa yang sedang mereka kerjakan. Terdapat banyak dengungan percakapan dari ratusan informasi pembaharuan dari pegawai-pegawai yang bekerja dari rumah mereka yang berasal dari Eropa, Asia, Australia, dan East Coast bagian timur negara Amerika. Sebagian besar dari mereka hanya bertemu sekali atau dua kali dalam setahun.

Mullenweg menyalakan perangkat audionya, memutar musik jazz dan mulai membaca buku favoritnya. Tidak ada jadwal rapat hari ini, atau di hari lain di bulan-bulan lainnya. Dan hanya sesekali berkomunikasi dengan seseorang melalui email. Dia membiarkan koneksi Skype menyala berjaga-jaga ada seseorang yang ingin bercakap-cakap mendiskusikan sesuatu dengannya – dimana selalu terupdate hampir setiap waktu.

Di sebuah postingan, Mullenweg menyadari sesuatu yang tidak sesuai dan mulai mengetikkan sesuatu. Dua puluh detik dan sekitar 30 kata kemudian, dia menekan tombol “Post it.” Tanggapan-tanggapan terus berlanjut hingga beberapa jam. Seorang programmer tidak memikirkan sendiri keseluruhan dari sebuah fitur khusus. Sebuah tim adalah tetap berada pada jalurnya untuk pandangan produk yang lebih luas. Pada sisi ini, dia berbincang-bincang dengan ribuan orang tentang bagaimana yang mereka rasakan, dan bersinggungan dengan beberapa orang pegawai kuncinya. Jalur telah diperbaiki.

Lalu dia menutup perambah webnya dan kemudian pergi untuk makan malam.

Dan begitulah bagaimana Mullenweg, pembuat WordPress, pendiri Automattic, dan kepala dari The WordPress Foundation, yang menjalankan 22% penggunaan Internet seluruh dunia.

Setiap detiknya, di sebuah tempat di dunia lahir empat bayi dan dua blog WordPress. Saat bayi-bayi tersebut sudah cukup umur untuk belajar blog, Facebook mungkin bukan lagi media sosial yang dominan lagi. Namun WordPress, proyek software open source yang telah berumur 11 tahun mungkin akan menjadi platform publisher mereka.

Satu dari lima situs web yang ada menggunakan WordPress. Facebook, sebagai perbandingan mengkonsumsi sekitar sepertiga pengguna Internet. Namun disaat Facebook dijalankan dengan pegawai sebanyak 6.818 orang, WordPress hanya dijalankan oleh 230 orang. Facebook memiliki nilai sekitar $150 milyar. Mullenweg di tahun ini mendapatkan investasi $160 juta untuk perusahaan hosting WordPressnya, yaitu Automattic. Dia berencana menggunaan uang tersebut untuk menambah jumlah staffnya hingga 2.000 orang.

Setiap hari, sembilan pusat data Automattic menerima sekitar 450 terabyte data dari seluruh dunia. (Versi WordPress 4.0 yang paling ditunggu telah diluncurkan dan telah didownload lebih dari jutaan kali). Walaupun demikian, “Saya pikir kita bisa melakukannya empat kali lebih banyak dari saat ini,” kata Matt Mullenweg baru-baru ini kepada reporter Fast Company. “Tujuh puluhan atau delapan puluhan persen dari web.”

Namun meskipun pada skala besar tersebut, Mullenweg berkomitmen melanjutkan jalannya ekosistem WordPress sebagai campuran tidak biasa antara bentuk non atau untuk profit, meritokrasi dan kediktatoran. Di kursi tempatnya berada, Mullenweg bermain sebagai seorang “direktor musik jazz” dan menyebarkan prinsip open source, dan secara bersamaan dengan hati-hati mengendalikan setiap detail dari organisasinya.

Sebuah Resep Rahasia Dari Matt Mullenweg

Ketika seorang guru manajemen Scott Berkun “muncul untuk bekerja” di Automattic di tahun 2010, dia khawatir bahwa apa yang bagus dikerjakannya di tempat lain tidak akan menimbulkan kekacauan, tidak mempengaruhi kolaborasi kerja dinamis yang mana membuat Automattic menjadi terkenal. “Trik kepemimpinan terbaik saya bergantung pada keberadaan di ruangan yang sama dengan orang-orang lainnya,” tulisnya. Dia ingin tahu bagaimana sebuah perusahaan yang telah sukses bisa terus berkembang tanpa email atau rapat atau manajer, dan apakah hal ini akan bisa terus berjalan dengan cara itu.

“Pada saat itu saya merasa seperti seorang kapitalis di negara sosialis,” kata Berkun, yang menghabiskan 18 bulan etnografik di dalam WordPress dan kemudian menulis sebuah buku tentang keunikan budaya kerja di WordPress yang berjudul “The Year Without Pants,” yang dirilis tahun kemarin.

Pada saat kedatangannya, WordPress telah menjadi web blogging dan platform manajemen konten paling dominan. Pada masa sekitar 60an pegawai, perusahaan akhirnya menambahkan beberapa struktur baru. Perusahaan dibagi kedalam beberapa tim kecil untuk mengerjakan proyek individual secara bersama-sama. Berkun bergabung ke dalam tim produk “media sosial.”

Dia dengan cepat menemukan bahwa kekacauan dalam perusahaan Automattic yang tersohor telah terorganisasi dengan baik. Dilihat dari luar, orang-orang dibingungkan oleh budaya kebebasan yang terlihat kacau, namun kebalikannya, Mullenweg telah menciptakan sebuah proses yang sangat efisien. Setiap jam, lokasi dari pegawai, manajer – Filosofi Mullenweg adalah bahwa hal-hal semacam ini diperdebatkan jika pekerjaannya sendiri bisa diselesaikan, dan banyak perusahaan terikat oleh berbagai “metawork” yang tidak perlu karena hal ini. Dia percaya bahwa jika anda bisa menghilangkan hal-hal ini, bersama dengan interupsi-interupsi yang menghancurkan efisiensi seperti email dan panggilan telepon dan rapat-rapat, pekerjaan akan bisa diproses lebih cepat dan dengan sedikit hambatan.

Dan meskipun hal ini terdengar gila, dia menggantikan semua hal ini dengan satu hal sederhana: postingan blog.

Resep rahasia dari Automattic adalah sebuah tema WordPress yang dinamakan P2 dimana setiap pegawai menerbitkan atau mempublikasikan postingan sepanjang hari. Di bagian paling atas P2 postingan blog terdapat kotak komentar kosong. Ketika anda menginputkan sesuatu dan mengklik tombol konfirmasi submit, pemberitahuan anda akan tampil di daftar di bawahnya, yang secara esensial membentuk sebuah grup diskusi komentar yang besar. Masing-masing postingan P2 memiliki URL atau tautannya sendiri, yang mana bisa dijadikan referensi dalam setiap postingan. Setiap proyek, pertanyaan, ide, keluhan dan percakapan memiliki P2 -nya sendiri, dan setiap orang yang ingin ikut bisa langsung berpartisipasi.

Tidak ada privasi dalam P2. Setiap orang baik dari CEO internal, dapat mempertimbangkan apapun yang ada. Kebanyakan orang tidak akan tertarik pada semua postingan, tentu saja, namun jika ada seseorang di Automattic yang ingin mengetahui tentang sesuatu – dalam setiap proyek dan setiap jalan sejarahnya – P2 telah merekam/menyimpan semuanya.

Setiap pegawai Automattic mengecek P2 sepanjang waktu. Dibandingkan menggunakan email, yang mana menghilangkan banyak waktu dan hanya memberdayakan pengirim emailnya, P2 bersifat permanen dan mampu memberdayakan sebuah grup orang-orang.

Transparansi radikal metode virtual P2 menghilangkan hal-hal yang berbau politik. Metode ini menjaga pegawai remote (berada di jarak yang jauh) tetap berada dalam ekosistem perusahaan – jika mereka tidak mengetahui tentang suatu pembaharuan informasi, ini dikarenakan mereka sendiri yang tidak membacanya. Sistem P2 mendorong timbulnya debat yang sehat (yang sering terjadi), dan membentuk ide-ide meritokrasi. Automattic juga dapat melacak bagaimana pekerjaan yang telah dilakukan oleh pegawainya (menyelesaikan tiket masalah, menulis atau menghapus kode) dan menempatkannya dalam papan penilaian publik, sehingga setiap orang mengetahui bagaimana pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini menciptakan tekanan internalnya sendiri untuk dapat mencapai sebuah hasil tertentu dan menghindari tumpukan pekerjaan yang berantakan.

Meskipun di dalam sistem memiliki kelemahan (beberapa percakapan perlu berlangsung real-time dan hanya memasukkan sedikit orang, diskusi bisa saja dibajak oleh orang lain dan postingan blog akan kekurangan data visual seperti pola dan gaya bahasa), Berkun mempercayai bahwa metode P2 menghasilkan proses pengembangan produk Automattic dan mengendalikan organisasi dibandingkan memecah-belahnya. “Sistem ini sangat elastis, tidak sama dengan cara yang bisa diperkirakan oleh manajemen atau teknik klasik tentang bagaimana mendefinisikan keelastisan,” jelas Berkun. “Ini benar-benar hal yang gila, namun anda perlu memiliki orang-orang yang cerdas yang bisa anda ajak bekerja dimana mereka sebenarnya diberikan kebebasan.”

Ketika diharuskan mempublikasikan semua dokumen, anggota tim yang berlainan menjadi seperti ansambel atau paduan suara dari musik jazz. Masing-masing orang mengimprovisasi nada musik mereka sendiri, namun tetap membuat musik tanpa melewatkan temponya. Automattic melakukan analogi pendekatan dengan menamakan produknya yang dirilis menyerupai nama para pemusik jazz.

Ironi dari hal ini tentu saja adalah Mullenweg sendiri. Di dalam ansambel jazz, not nada Mullenweg mengesampingkan semua hal. “Saya seperti menikahi WordPress,” katanya kepada saya. Semua keputusan penting dari ketiga organisasi dibuat olehnya, dan seringkali keputusan yang tidak penting juga. Para pegawai bersenda gurau dengan mereferensikan hal yang sering terjadi ini dengan sebutan “Matt bombing,” tulis Berkun:

“Ini terjadi ketika sebuah tim mengerjakan sesuatu di P2 yang mengarah pada suatu arah.. Lalu pada diskusi yang berjalan, seringkali pada suatu titik tertentu orang-orang merasa bahwa konsensus telah menjadi berat dan kasar, Matt akan menghampirinya, meninggalkan komentar untuk menganjurkan sebuah arah yang berbeda, dan setelah itu menghilang.”

Tentang WordPress CEO

Matt Mullenweg

Di dalam tampilan sistem P2, berbagai teman dari pribadi pendiri perusahaan ini menggambarkannya sebagai orang yang “tenang,” “bijaksana,” dan “ramah,” kata Berkun, “mendapatkan reputasi sebagai orang yang suka memberikan pesan singkat, juga terkadang tidak jelas, dan beberapa kali cukup mengintimidasi secara online.”

Namun hal itu bekerja. WordPress tetap terus tumbuh. Dan semua pegawai Automattic senang menjalankannya.

Sebagai seorang visioner, Mullenweg telah mampu menggunakan P2 untuk mengukur dirinya sendiri melampaui efektivitas dari seorang manajer.

“Jika saya menjalankan rapat-rapat seperti manajer yang biasanya ada, saya hanya akan memiliki sedikit waktu tentang sebuah konteks,” kata Mullenweg. “Dengan struktur P2, saya bisa membaca semua hal yang menyangkut tentang suatu hal dan mendapatkan konteks yang lebih dalam.” Disamping dalam kemampuan dalam hal mendelegasikan, secara sederhana dia adalah orang yang memiliki keahlian dalam membaca.

Mullenweg berpendapat bahwa sistem manajemennya yang tidak biasa harusnya bisa diterapkan dimana saja. Tetap saja, dengan 190 pegawai di saat buku Berkun diterbitkan, adalah sebuah keajaiban dimana Mullenweg mampu memanajemen semua tim dalam Automattic disaat dia juga sedang menjalankan proyek open source lain dan yayasan WordPress.

Pada kenyataannya dia memperoleh bantuan dari orang lain. Toni Schneider, seorang eksekutif yang awalnya adalah investor Automattic kemudian diangkat menjadi CEO delapan tahun lalu, bertugas mengatur jalannya bisnis dan pendapatan perusahaan disaat Mullenweg menjalankan ekspresi produk musik jazznya.

Kondisi ini bertahan sampai Januari tahun kemarin ketika akhirnya Schneider mengundurkan diri.

Persimpangan Yang Tidak Disengaja

Kembali ke tahun 2005, menjadi sesuatu yang jelas bahwa WordPress tidak bisa hanya didukung oleh kedermawanan para programmer yang masih lapar akan kebutuhannya sendiri. Keamanan dan infrastruktur cenderung semakin kacau ketika semakin banyak orang yang menggunakannya. Mullenweg sangat mempercayai bahwa software seharusnya bebas digunakan orang-orang, dan dia membuat bagian lain WordPress yang bertujuan mencari keuntungan. “Sesuatu yang bersifat non-profit bisa melakukan hal yang luar biasa namun jangkauannya seringkali terbatas. Sedangkan yang bersifat profit seringkali bisa melakukan hal luar biasa, namun seringkali visi mereka terbatas,” katanya. “Saya pikir jika kita bisa mengabungkan kedua hal baik tersebut, sebuah kelengkapan antara yang bersifat profit dan non-profit dan dapat menciptakan ekosistem yang lebih luas, kita bisa membuat sesuatu yang lebih besar dari kedua hal itu.”

Jadi dia mendirikan Automattic, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa web hosting dan layanan premium kepada pengguna WordPress yang menginginkan software gratis namun mau membayar orang lain agar bisa menjalankannya untuk mereka. Mullenweg memperoleh $1.1 juta modal ventura dan mengajak Schneider, seorang CEO yang sudah berpengalaman yang sebelumnya menjual layanan webmailnya, Oddpost kepada Yahoo di tahun 2004 (Oddpost lalu menjadi Yahoo Mail), yang bertugas menjalankan bisnis sementara Mullenweg berfokus pada produk dan komunitas. Automattic akan menggunakan beberapa hasil keuntungan yang diperoleh untuk menjaga kelangsungan pengembangan dari kode gratis WordPress, dan khususnya beberapa komponen yang tidak begitu menarik tapi tetap penting seperti keamanan dan infrastruktur.

Sebuah garis yang tidak tampak memisahkan perusahaan ini (wordpress.com, yang dikelola Automattic dan wordpress.org yang merupakan proyek open source). “Terdapat beberapa orang yang terlibat dalam komunitas ingin mendapatkan pekerjaan di Automattic namun tidak mendapatkan tawaran pekerjaan,” kata Siobhan McKeown, sejarawan WordPress yang bekerja untuk perusahaan investasi pribadi Mullenweg. Dan tambahan juga, dia berkata,”dimanapun terdapat cerita dalam sebuah media, mereka akan berkata ‘Automattic adalah pembuat WordPress,” dan orang-orang menjadi frustasi karena hal ini.”

Rich Bown, salah satu kontributor awal dari WordPress dan memimpin beberapa kelompok memisahkan diri di tahun 2006 dari basis kode WordPress untuk membentuk blog tandingan, bernama Habari – memliki ketidakpuasan terhadap keputusan Top Down yang dilakukan Mullenweg. “Persepsinya adalah orang-orang bekerja keras pada setiap pembaharuan kode, dan dia akan menerima atau menolak mereka dengan cara yang berubah-rubah,” kata Bowen.

Seolah ingin membuat sesuatu yang lebih membingungkan, Mullenweg juga menciptakan 501(c)(3) yang disebut dengan “the WordPress Foundation,” yang misinya mempublikasikan demokratisasi melalui software open source. Tugasnya adalah untuk melindungi merek dagang (trademark) WordPress dan mengedukasi umum tentang keuntungan dari open source.

Mullenweg sendiri yang membuat semuanya bekerja. “Rentetan sejarah telah memperlihatkan bahwa dia pasti telah melakukan hal yang benar,” kata Bowen. Dengan karisma dan manajemen mikronya, Mullenweg menenangkan komunitas dan menjalankan orkestra dari para coder dan relawan pendidik dengan batasan yang dia buat. Dia mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai seorang “diktator yang bijak,” mengepalai bidang nonprofit, proyek open source, dan produk komersil yang ditawarkannya. Sementara itu, Habari dan pecahan proyek lainnya berusaha keras bertahan hidup, dengan sedikit sumber daya dan arah yang tidak pasti.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan Automattic, dia merekrut programmer yang bekerja dari rumah dari sudut belahan dunia lain dengan janji akan kebebasan dan kemudahan, sepanjang mereka mengikuti proses yang dia buat, tanpa rapat dan tanpa email, dan tanpa struktur hirarki dan hanya ada “Matt.”

Sebuah Tantangan Baru

Perbedaan paling besar antara Mullenweg dengan, katakanlah sebagai contoh… Mark Zuckerberg adalah pada satu filosofinya. Mullenweg menjaga WordPress agar tetap bersifaf open source, karena dia percaya hal ini bisa membuatnya tetap tulus dan bisa memperlihatkan keinginannya yang murni – dan hal ini yang membuat komunitasnya tetap ikut membangun software secara gratis, meskipun dari luar terlihat seperti konflik antar kepentingan. “Orang-orang boleh mengambil kodenya dan mendirikan WordPress mereka sendiri,” kata Mullenweg. “Memang seperti itu tujuan pertama kali pembuatan sistem ini.” Meskipun begitu, kediktatoran dalam menajemennya, adalah kejeniusan dan visi Mullenweg sendiri yang membuat para kontributor WordPress tetap aktif berkontribusi, tanpa gejolak yang berlebihan.

Di lain pihak, pendiri Facebook telah terlebih dahulu menempatkan kepentingan bisnis sebelum para pengguna memiliki banyak waktu untuk bisa membuatnya “kami berjanji tidak akan mengacaukan anda selama 2 tahun” rahasia besar yang terungkap pada konferensi tinggkat tinggi Facebook yang dikenal dengan “Facebook Developer Conference” atau F8. Jadi apabila kita diminta untuk mempercayai seseorang dari dua pilihan dengan tiga perempat pengguna web, saya pikir banyak orang akan memilih Mullenweg.

Jika suatu saat Zuckerberg meninggal, para pengguna Facebook mungkin tidak akan menyadarinya. Namun jika Mullenweg pergi, WordPress tidak akan langsung runtuh, namun jiwa semangatnya mungkin akah mati. Tidak ada pekerjaan remote, organisasi berbasis open source yang telah tumbuh besar sesuai keinginan Automattic. Namun sesuai dengan yang diutarakan oleh Berkun,”Perusahaan-perusahaan paling tua, paling besar saat ini mulai berjalan seperti Automattic, dengan ambisi jiwa muda, ide-ide besar, dan di ambang pintu perubahan,” Dan Mullenweg juga menambahkan,”Saya menjadi bersemangat ketika orang-orang berkata terdapat sesuatu yang tidak bisa diselesaikan.”

Telah mendapatkan pelatihan dari Schneider, Mullenweg tidak lagi membutuhkan pengawasan profesional untuk menjalankan tiga organisasi yang dikepalainya. Namun begitu, walaupun dia memiliki kemampuan untuk mengatur dan mempengaruhi banyaknya programmer, Automattic sedang berada pada titik balik. Matt Mullenweg mengatakan bahwa dia telah siap untuk menjadi CEO dari perusahaan besar, dan dia tidak ingin memecah tim atau mengubah kealamian ekosistem open source perusahaan. Namun dia mengakui bahwa dia perlu menjadi pemimpin yang lebih baik lagi dan menjaga gaya manajemennya – P2 atau bukan – jika dia akan mengelola sekitar 2.000 pegawai.

September tahun kemarin, saya bertanya kepadanya, “Bagaimana jika saya, secara pribadi, menawarkan satu milyar dolar agar anda mau menjual WordPress kepada saya?” dia tertawa. “Saya berkata bahwa saya akan sangat tersanjung, namun kami masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.”

 

Print Friendly, PDF & Email