“Dibandingkan dengan anjing, kucing adalah hewan dengan mobilitas yang sangat tinggi. Mereka bisa berkeliling cukup jauh dari satu rumah ke rumah lain sesuka hati mereka tanpa dicurigai. Dan jika majikannya adalah seorang hacker atau tekno geek, mungkin saja terbersit ide untuk memasangkan WiFi sniffer di kucing mereka sendiri dan membiarkannya mengeksplorasi WiFi rumahan yang ada di sekitar mereka”

 – catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Andy Greenberg

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Seekor kucing siam bernama Coco suka berkeliling di lingkungan penduduk di daerah Washington DC. Dia menghabiskan tiga jam menjelajahi halaman belakang di sekitar rumah-rumah tetangga. Dia telah menangkap seekor tikus, dan dia pikir dia akan membawakan bangkainya kepada majikannya yang telah berusia lanjut bernama Nancy. Dan ketika dia berkeliaran kesana kemari, dia telah memetakan puluhan jaringan Wifi tetangga kami di daerah itu. Beberapa diantaranya teridentifikasi menggunakan perangkat lama, dengan keamanan enkripsi yang mudah ditembus dan empat buah diantaranya dibiarkan sepenuhnya tanpa perlindungan.

Tanpa sepengetahuan kucing itu, sebelumnya di lehernya telah dipasangkan kalung modifikasi yang dibuat oleh cucunya, seorang peneliti keamanan bernama Gene Bransfield. Di dalam kalung tersebut terdapat sebuah chip yang telah ditanami program khusus yang dibuatnya sendiri, sebuah perangkat wifi, sebuah modul GPS kecil dan baterai. Semua alat-alat yang diperlukan untuk memetakan semua jaringan di lingkungan tetangga anda, yang rentan terhadap setiap penyusupan atau pencurian akses WiFi, dan sebagian besar menggunakan peralatan cracking kriptografi sederhana.

Di masa-masa 1980an, para hacker menggunakan teknik yang disebut “wardialling,” mencoba-coba nomor-nomor telepon dengan modem bulit-in untuk menemukan komputer yang tidak terproteksi melalui koneksi internet. Lalu dengan kedatangan teknologi WiFi, hadir istilah “wardriving,” dimana anda menempatkan sebuah antena pada sebuah mobil dan menjelajahi sebuah kota untuk menemukan jaringan WiFi yang rentan dan tidak terproteksi. Dan pada konferensi hacker dunia DefCon yang diselenggarakan di Las Vegas kemarin, Bransfield akan membawakan istilah baru yang bernama “WarKitteh,” sebuah kalung modifikasi yang dia bangun dengan biaya kurang lebih $100 yang bisa membuat setiap kucing liar menjadi kaki tangan hacker pendeteksi WiFi.

Terlepas dari judul pidatonya di konferensi DefCon “Bagaimana Mempersenjatai Hewan Peliharaan Anda” Bransfield mengakui bahwa WarKitteh tidak merepresentasikan ancaman keamanan yang substansial. Sebaliknya hal ini hanyalah sarana lucu-lucuan untuk menghibur peserta konferensi hacker. Namun tetap saja, dia terkejut melihat betapa banyak jaringan WiFi yang bisa ditelusuri oleh kucing pengumpul datanya ternyata masih menggunakan WEP, sebuah standar enkripsi wireless yang telah terkenal akan kemudahannya selama 10 tahun untuk dibobol. “Tujuan saya bukanlah untuk memperlihatkan kepada orang-orang bagaimana mendapatkan WiFi gratis. Saya menempatkan beberapa teknologi pada seekor kucing dan membiarkannya berkeliaran begitu saja karena ide ini menghibur saya,” kata Bransfield, yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan keamanan Tenacity. “Namun hasil penelitian yang didapatkan dengan menggunakan kucing ini adalah kenyataan bahwa masih ada banyak hotspot atau WiFi yang terbuka begitu saja dan menggunakan enkripsi WEP di luar sana.”

memanfaatkan kucing sebagai agen hacker

Dalam pembicaraanya di konferensi DefCon, Bransfield berencana menjelaskan bagaimana setiap orang bisa meniru konsep pembuatan kalung WarKitteh, membuat alat WiFi mata-mata, sebuah keahlian yang menjadi semakin mudah diwujudkan dalam beberapa bulan terakhir dimana chip-nya semakin mudah untuk diprogram. Bransfield datang dengan ide cerdik, tentang cara mengintai jaringan WiFI. Ide ini datang ketika seseorang yang menghadiri salah kegiatan menjadi seorang pembicara dalam sebuah acara memperlihatkannya sebuah kalung GPS yang didesain agar orang-orang bisa melacak hewan peliharaan mereka dengan mengirimkan pesan teks. “Semua yang diperlukan untuk itu adalah sebuah WiFi sniffer,” katanya. “Saya pikir idenya sangat unik dan saya memutuskan untuk membuatnya.”

Pada percobaannya yang pertama, dia menggunakan smartphone HTC Wildfire yang disembunyikan dalam kantong jacket yang dikenakan oleh Skitzy, kucing peliharaannya yang lucu. Tidak butuh waktu lama bagi Skitzy untuk bisa melepas jacket yang dia gunakan, dan membuat Bransfield cukup kesal karenanya. “Itu adalah bencana,” katanya. “Kucing itu masih berhutang sebuah ponsel kepada saya.”

Bransfield dengan telaten menghabiskan satu bulan berikutnya untuk membuat perangkat WarKitteh barunya, menggunakan komputer mini arduino (perangkat open source) dan meminta neneknya membantu menjahitkan alat itu di dalam lipatan kain. Ketika akhirnya alat itu sudah siap di tes digunakan oleh Skitzy, Bransfield kecewa karena menemukan kucingnya tidak pergi kemana-mana dan menghabiskan semua baterainya, hanya duduk dan berkeliling di teras depan.

Kucing neneknya yang bernama Coco, menjadi pilihan keduanya dan adalah agen mata-mata yang lebih baik. Selama kurang lebih tiga jam, dia telah berhasil menemukan 23 hotspot WiFi, dan lebih dari sepertiganya memiliki akses terbuka dan ada yang menggunakan enkripsi WEP yang mudah ditembus dibandingkan dengan enkripis WPA yang lebih modern. Bransfield memetakan jaringan-jaringan tersebut dengan sebuah program gabungan Internet dan Google Earth API, seperti yang ditunjukan dalam video dibawah ini. Jumlah perangkat router atau access point yang mudah ditembus cukup mengejutkan Bransfield. Dia berkata sebagian besar enkripsi WEP router yang disediakan oleh penyedia layanan internet atau operator, dibiarkan tetap menggunakan settingan standarnya.

Meskipun dia mengakui bahwa pertunjukan berani yang dilakukan kucingnya dimaksudkan untuk sekedar menghibur dirinya, dia berharap hal ini bisa membuat banyak orang lebih waspada pada privasinya di dalam keamanan bermasyarakat yang sudah cukup lama diabaikan begitu saja. “Para kucing lebih tertarik pada orang-orangnya dibandingkan pada keamanan informasi yang dimiliki oleh orang-orang tersebut,” kata Bransfield. “Jika orang-orang menyadari bahwa seekor kucing bisa saja membawa potensi kerawanan dalam perangkat WiFI mereka, mungkin hal ini adalah pertanda yang cukup bagus. Mereka setidaknya akan lebih waspada dan mulai meningkatkan keamanan enkripsi dari perangkat WiFi mereka”

 

Print Friendly, PDF & Email