“Rencana Apple untuk menggunakan SIM digital pada iPhone-nya di masa depan, menyimpan raut kekhawatiran bagi eksistensi operator seluler. Jika benar-benar terwujud, migrasi pengguna dapat terjadi setiap saat karena pengguna  memiliki kebebasan untuk berpindah-pindah operator tanpa perlu mengganti kartu SIM

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Chris Ziegler

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Taufik Al

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Jika ada satu hal yang dapat saya pelajari mengenai hubungan Apple dengan kartu SIM atau SIM card dalam 7 tahun terakhir, hal tersebut ialah bahwa Apple selalu mendapat apa yang mereka inginkan.

Sirkuit kecil berlapis emas (yang mengidentifikasi anda sebagai pelanggan operator tertentu) dimasukkan ke dalam ponsel, tablet, dan semua perangkat yang memiliki radio seluler. Pelanggan operator GSM seperti AT&T dan T-Mobile di Amerika Serikat telah menggunakannya sejak dulu; operator CDMA seperti Sprint dan Verizon telah menggunakannya sejak beralih ke LTE. Apple membenci kartu SIM sejak iPhone lahir. Mereka diketahui telah mengembangkan penggunaan  SIM yang tertanam dan tidak dapat dilepas

Ujungnya, dengan hadirnya iPad Air 2 dan mini 3, Apple memutuskan untuk memulai langkah mereka dengan menggunakan SIM yang dapat diprogram kembali (programmable SIM) dari satu operator ke operator lain, berpindah jaringan dan paket data melalui aplikasi khusus yang mudah digunakan. Mereka menamakannya “Apple SIM.” Belum semua operator mendukung layanan ini – Apple SIM masih tetap bisa dilepas, dan iPad yang dijual oleh operator akan menggunakan SIM terkunci seperti biasa – namun tanda-tandanya sudah jelas. Dan sedang diambang kepunahan. Dalam satu atau dua tahun, anda mungkin tidak akan melihat lagi kartu SIM di produk Apple. Bahkan tempat menaruh SIM sekalipun.

Setiap kali Apple mengembangkan formula kartu SIM, pasti berhasil. Tengok saja iPhone generasi pertama di tahun 2007: gagasan mengenai sebuah perangkat dengan kartu SIM yang hanya dapat diakses dengan menarik wadah kecil dengan jepitan kertas adalah gagasan yang gila. Namun saat ini, banyak smartphone flagship menggunakannya (ponsel-ponsel dengan baterai yang dapat dilepas tetap bertahan – gagasan lain yang juga dimentahkan Apple). “SIM tool” jarum kecil yang mudah hilang dan bisa menusuk anda jika tidak berhati-hati, sepertinya merupakan hal yang lumrah didapati didalam kotak sebuah ponsel baru saat ini.

Kemudian muncul 3FF – lebih dikenal dengan sebutan micro-SIM – yang memulai debutnya di iPad generasi pertama tahun 2010. Saat itu, tidaklah menyenangkan: Apple memutus kompabilitas dengan ekosistem besar perangkat GSM, sehingga menyulitkan untuk berbagi akun di iPad. Perlahan, Para provider mulai menawarkan micro-SIM, namun anda masih membutuhkan sebuah adapter agar bisa menggunakan kartu tersebut di perangkat lain (butuh satu siklus produk, lebih dari satu tahun, untuk produsen-produsen lain mengejar Apple.) Apple tidak pernah lagi melihat ke belakang, pada tahun yang sama mereka kemudian beralih ke micro-SIM dengan iPhone 4.

Hal tersebut terjadi lagi dengan 4FF, nano-SIM standar yang digunakan iPad dan iPhone saat ini. Apple berhasil memenangkan pertarungan melawan kongsi produsen-produsen ponsel yang lain yang mengusulkan penggunaan nano-SIM yang berbeda dan lebih canggih, dan selang beberapa minggu kemudian mereka memperkenalkan kartu baru tersebut ke pasar dengan iPhone 5. Sekali lagi, operator dan kompetitor mereka harus mengejar – bahkan Samsung Galaxy S5 yang diluncurkan tahun ini masih menggunakan micro-SIM lama.

Posisi unik yang dimiliki Apple di pasaran memberi mereka kekuatan yang luar biasa atas operator, yang dikenal sulit untuk diajak bekerjasama dan seringkali menemui jalan buntu. Dan dengan Apple SIM, sejauh ini hanya beberapa provider yang memiliki dukungan: AT&T, T-Mobile, Sprint, dan EE UK (Verizon, mungkin yang paling keras kepala diantara provider-provider tersebut, masih absen). Tetapi, dengan dikenalkannya micro -SIM pada iPad generasi pertama, ini merupakan seruan dari Apple. Sebuah peringatan bahwa iPhone selanjutnya akan menggunakan kartu SIM yang dapat diprogram kembali – dan jika operator ingin menjadi bagian kerjasama penjualan iPhone tersebut, mereka sebaiknya bersiap. Bisa kita bayangkan jika Apple dapat meniadakan tempat menyimpan kartu SIM, membuat operator-operator yang tidak mau bekerjasama terpinggirkan.

Mudah untuk meratapi kepunahan kartu SIM. Bagi pelanggan GSM, hal tersebut adalah simbol kebebasan, dimana dapat berpindah ponsel sesuai kemauan. Namun kenyataannya, gerak cepat yang dilakukan Apple dari mini- ke micro- lalu ke nano-SIM telah membuat pasar terpecah, mengganti SIM antara ponsel Android dan iOS dapat menyebabkan masalah yang akan berakhir di customer service. Jika Apple memaksakan hal ini – yang nampaknya akan terjadi – maka mungkin akan menyulut api antara operator dan produsen ponsel karena berpindah dari satu operator ke operator lain menjadi semakin mudah. Namun tidak untuk mengganti perangkat ponsel.

 

Print Friendly, PDF & Email