“Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Google Translate memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menerjemahkan berbagai bahasa. Namun jika melibatkan konteks yang cukup panjang dan memiliki konten yang spesifik, baik merujuk tema, istilah, bahkan nuansa ke bahasa yang terkandung, hasil terjemahan Google Translate seringkali malah menjadi semakin sulit dimengerti. Ada beberapa unsur pengidentifikasi bahasa yang masih belum dipahami oleh sebuah komputer/mesin dan hanya bisa dinilai oleh penilaian manusia”

 – catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Richard Brooks

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


“Tidakkah lebih baik saya menggunakan Google Translate saja?”

Ada yang mengajukan pertanyaan ini kepada saya hari ini.

Dan ini bukan yang pertama kali. Jika saya boleh jujur, hal ini sangat mengganggu saya karena saya harus menjelaskannya secara utuh. Namun saya rasa jika anda adalah orang-orang yang tidak berkecimpung dalam dunia perbahasaan atau penerjemahan, anda mungkin mempercayai Google sebagai sebuah perusahaan teknologi yang tidak pernah melakukan kesalahan, sehingga tidak mengherankan banyak orang yang berpikir bahwa mesin penerjemah canggih mereka cukup bisa diandalkan dan sebanding dengan hasil terjemahan dari para profesional bahasa. Jadi karena itu saya memberikan jawabannya disini di sebuah blog yang berkecimpung di dunia bahasa, untuk membagikan pengalaman kepada siapa pun yang memiiki pemikiran yang sama.

Cukup mengejutkan bahwa saya sering kali mendengar beberapa hal ini:

  1. Jadi apakah anda bekerja seperti yang dilakukan Google Translate?
  2. Mengapa saya harus membayar disaat saya bisa menggunakan Google Translate secara gratis?
  3. Apakah anda menggunakan Google Translate untuk semua proses penerjemahan anda?
  4. Apakah anda menggunakan satu komputer besar untuk melakukan semua proses penerjemahan itu?

Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah TIDAK!

Beberapa tahun belakangan ini saya cukup banyak kehilangan proyek penerjemahan yang berkaitan dengan surat-surat kontrak resmi, buku panduan, situs web dan yang baru-baru ini terjadi adalah proyek penerjemahan kemasan makanan akibat adanya kekeliruan terjemahan Google Translate. Bagaimana kami orang-orang yang bekerja di bidang penerjemahan bisa bersaing dengan sesuatu yang diberikan secara gratis? Saya bisa memberi tahu anda berapa banyak waktu, usaha dan uang yang diperlukan agar sebuah dokumen berbahasa Inggris bisa diterjemahkan dengan baik. Jadi pastinya, ketika melihat aspek penerjemahan, setidaknya ada nilai yang harus dibayarkan untuk mendapatkan kualitas bahasa yang seharusnya didapatkan, khususnya ketika si pembuat aslinya mungkin tidak bisa membaca hasil terjemahannya dan mengkoreksi apa ada yang tidak tepat setelah diterjemahkan ke bahasa lain. Namun sayangnya tidak semua orang beranggapan demikian.

Praktek mempertahankan pesan pemasaran multinasional dan memastikan nuansa bahasa asli tidak mengalami pergeseran makna membutuhkan pengetahuan tingkat tinggi dan keterampilan yang hanya dapat dilakukan (setidaknya untuk saat ini) melalui keterlibatan manusia. Mesin tidak dapat secara akurat menyampaikan atau memahami semua nuansa yang terkait dengan proyek lokal. Ketika seseorang atau bahkan perusahaan bergantung pada mesin penerjemahan, cara pintas ini sangat jelas menyakitkan bagi pembaca dari pengguna produk. Salah satu artikel paling populer di blog bahasa yang bisa anda baca ada dalam tautan ini, yaitu ketika proses penerjemahan berjalan ke arah yang salah.

Mungkin Benar, Tapi Semuanya Tampak Baik-Baik Saja

Apa yang membuat saya sedih adalah ketika kami melihat contoh-contoh penerjemahan sebuah perusahaan menggunakan Google Translate sebagai hasil kerja mereka sendiri. Kapanpun saya menemukan hal ini (percayalah saya bisa mengetahuinya) saya berusaha sebaik mungkin memberitahukan bagaimana dampak dan pengaruh dalam bisnis mereka.

Awal tahun ini kami mengimplementasikan metode ini, menghilangkan hasil terjemahan yang tidak tepat yang tercantum dalam kemasan produk internasional dari pengecer global yang sangat besar. Jika anda mencoba menghilangkan pendekatan yang telah digunakan oleh perusahaan sebelumnya, cara agar mereka mau mendengarkan anda adalah dengan membuktikan bahwa konteks kata-kata yang mereka gunakan ternyata tidak tepat, khususnya jika berkaitan dengan sebuah istilah resmi (Sebagai contoh sederhananya adalah pada kemasan produk makanan atau surat-surat medis).

Perusahaan menyatakan bahwa hasil terjemahan mereka menggunakan jasa penerjemah profesional (sesuai dengan standar EN15038, dimana berarti penerjemah, pemeriksa dan penjamin kualitas independen ditugaskan untuk mengecek dokumen hasil terjemahan) dan meskipun begitu kami menemukan contoh teks yang hasil terjemahannya sama dengan hasil dari Google Translate.

Coba lihat contoh dibawah ini.

Hasil terjemahan Google Translate (diambil tanggal 19 Desember 2016) dari Bahasa Inggris ke Prancis dimana kalimat “may contain nuts” menjadi “peut contenir des noix” – tampak terlihat benar bukan? Namun kata “noix” jika diterjemahkan berarti walnut atau kacang kenari jadi frasenya bisa menjadi “may contain walnuts.” Apakah kata “nuts” dan “walnuts” berbeda? Jika anda memiliki anak atau kerabat yang memiliki alergi, sangat jelas perbedaannya. Dan begitu juga jika mereka ingin menjual produk mereka secara legal di Prancis, salah satu negara yang ada di dunia.

hasil google translate

Saya mengajak tim penerjemah saya berkeliling di toko-toko yang ada negara ini untuk melihat dengan pasti apa yang terjadi. Kami menemukan sekitar 40% kesalahan dalam pengemasan. Saat ini kami sedang melayani perbaikan penerjemahan bahasa kemasan dalam produk-produk dari mereka.

Ingatan Translasi Yang Salah Kaprah

Masalah menjadi semakin buruk jika terdapat penambahan istilah yang tidak tepat, seperti sebuah ingatan pada suatu terjemahan kata-kata tanpa bantuan pengecekan ulang terminologi atau istilah katanya. Mereka lalu menjadi terbiasa menggunakan perbandingan dari mesin penerjemah (tergantung pada mesin translasi apa yang anda gunakan). Satu masalah frasa dapat dengan cepat membuat terjadinya kesalahan informasi dalam penerjemahan, dan ini sebagian dikarenakan adanya kecenderungan aneh dimana orang-orang tidak mau mengeluarkan biaya lebih menyewa sebuah agen untuk memeriksa hasilnya. Kita semua pastinya ingin melakukan penghematan, namun untuk masalah penting yang berhubungan dengan konsumen akhir, perlindungan ekstra sangat perlu diambil sedini mungkin.

Pengelolaan Terminologi

Pengelolaan terminologi atau istilah dapat digunakan sebagai mesin penghasil uang atau bisa juga sebagai tembok pelindung usaha anda dari para pesaing. Kedua hal ini akan memberikan nilai tambah bagi bisnis anda. Agar bisa membuatnya berjalan baik tergantung pada dimana anda menambahkan nilai pada rantai distribusi pelanggan anda.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Schuetz, Joerg dan Rita Nuebel yang berjudul “Multi-purpose vs. Task-specific Application: Diagnostic Evaluation of Multilingual Language Technologies” memperlihatkan bahwa biaya untuk memperbaiki kesalahan penerjemahan meningkat secara drastis seiring dengan mulai berjalannya proses (dari penulisan ke perbaikan). Nilai tersebut dapat dihasilkan dengan mengelola terminologi bagi klien-klien, bukan menambah nilai kesalahan dan memperlihatkan nilai/uang yang terkandung dalam proses.

Ada banyak alat bantu terminologi yang tersedia di pasar untuk membantu tim anda mengelola proses ini, namun alat bantu ini perlu disesuaikan dengan tujuan yang diinginkan. Saya telah melihat segala sesuatu mulai dari sistem dinamis yang berjalan di atas teknologi terbaru sampai spreadsheet Google dengan kolom catatan / komentar. Intinya adalah perlu berjalan dan perlu dibangun di atas dasar yang kuat, investasi mahal dalam sistem TI terkadang membuat masalah anda menjadi semakin buruk.

Keselarasan Dengan Pemangku Kepentingan (Stakeholders)

Pemangku kepentingan lain yang berada di dalam proses akan memiliki input atau masukan yang vital dalam menentukan kualitas dari produk. Tergantung pada apa yang anda terjemahkan, orang-orang yang berada di dalamnya bisa saja berupa:

  1. Klien
  2. Pemasok
  3. Tim pemasaran
  4. Desainer seni
  5. Agen legal
  6. Konsumen akhir

grafik

Semua orang yang terlibat akan memiliki pandangan yang sama dalam penerjemahan, namun beberapa pandangan akan lebih sejajar dengan yang lain. Terdapat alat bantu yang bisa membantu anda melihat dampak dan pengaruh dari pemangku kepentingan, yaitu sebuah grafik 2×2 yang bisa anda tandai di area mana sistem anda perlu diselaraskan terlebih dahulu. Gambar grafik ini memberikan anda pandangan bagaimana dengan cepat bisa mengelola pemangku kepentingan untuk setiap area kotak. Tentu sangat jelas tidak berguna jika terlalu banyak menghabiskan waktu pada seseorang yang memiliki sedikit kekuatan atau pengaruh dalam suatu proyek.

 

Dimanakah Mesin Penerjemah Cocok Digunakan?

Kami menggunakan mesin penerjemah. Sedikit pada saat ini namun kami telah cukup banyak menghabiskan uang pada tahun ini dan akan lebih banyak lagi di tahun depan. Namun mesin penerjemah tidaklah sebanding. Kami menggunakan sistem yang dibangun dengan Mesin Translasi Statistik yang dibangun menjadi kumpulan kata-kata spesifik, ingatan terjemahan dan hasil kerja yang telah kami selesaikan untuk setiap klien dan setiap bahasa. Semuanya kemudian diterjemahkan, diedit dan diberikan sentuhan akhir. Ketergantungan lanjut pada teknologi memberikan peran yang lebih penting dalam pengelolaan kualitas. Jika investasi pada terminologi diabaikan, maka masalah-masalah terjemahan yang terdapat dalam kemasan makanan hanya akan menjadi semakin buruk.

Memang Benar, Namun Bisakah Saya Tetap Menggunakan Terjemahan Google Translate?

Google Translate memiliki panduan penggunaannya, namun tetaplah membaca persetujuan penggunaannya dan jangan terlalu bergantung pada hasil yang diberikan agar anda atau perusahaan anda tidak terjerat ke dalam pengadilan. Google translate adalah fitur tambahan yang ada di dalam Google, yang berarti dikembangkan dari teknologi yang sama dengan yang digunakan oleh mesin pencari Google. Untuk penerjemahan bahasa, kalimat-kalimat akan dipotong menjadi beberapa bagian yang kemudian diteliti secara otomatis melalui web. Masalahnya adalah web merupakan alat bantu yang interaktif, dimana seluruh dunia sebagai pemasok informasinya. Google Translate tidak bisa menyusun sendiri kualitas sumbernya. Dan lebih jauh lagi, tidak ada tata bahasa, hanya ada tata bahasa palsu yang melalui aturan segmentasi.

Proses yang terjadi ketika pesan anda diambil adalah memecahnya menjadi bagian-bagian, mencoba memahami pengaruh luar yang berkaitan dengan daerahnya, menerapkan aturan yang relefan dan mengembalikannya kembali menjadi bentuk utuh dalam bahasa lain yang mungkin membuatnya menjadi semakin rumit. Jangan sampai anda tergantung pada layanan gratis untuk melakukan hal ini, apalagi berkaitan dengan kepercayaan dalam usaha bisnis perusahaan anda.