“Tidak bisa dipungkiri bahwa iklan yang membanjiri konten internet merupakan konsekuensi dimana konten tersebut tersedia secara gratis. Namun penataan iklan dimana halaman internet terlalu banyak menampilan iklan dibanding konten yang dibawa, malah akan memberi dampak yang merugikan baik kepada situs web maupun perusahaan iklan itu sendiri. Untuk menarik minat pengunjung atau calon konsumen, bukankah seharusnya dengan membangun kesan yang baik? Bukan dengan cara sebaliknya”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Phil Baker

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Teknologi membuat kita tampak rendah. Bagaimanapun juga, bukankah seharusnya iklan-iklan yang ditampilkan dalam ponsel, tablet dan komputer adalah iklan yang membuat kita ingin belanja lebih banyak lagi? Bukankah seharusnya menampilkan iklan yang dipilih berdasarkan pada aktifitas yang kita lakukan di internet dan informasi yang dipelajarinya tentang kita? Namun yang paling penting, ini seharusnya memprediksi apa yang mungkin akan kita beli selanjutnya dan menawarkan sugesti beberapa produk dan layanan tertentu. Dari yang saya perhatikan dan alami, mereka masih dikerjakan dengan buruk, bahkan meskipun sudah dengan menyusup ke dalam privasi kita.

Jika saya meng-klik sebuah barang atau membeli sebuah produk, mereka tidak membuat saya lupa. Dari satu situs ke situs lain, iklan yang sama selalu muncul, dimana mereka berasumsi bahwa semakin berkesan semakin baik. Hal itu mungkin benar jika berupa iklan TV atau surat kabar. Namun untuk sebagian besar dari kami, adalah hal yang berkebalikan jika itu adalah iklan online internet.

Pengulangan adalah salah satu alasan mengapa iklan online membuat kita kadang merasa muak. Satu atau dua kali seharusnya sudah cukup bijak. Namun melihat iklan silet yang sama selama seminggu atau sebulan setelah saya membeli salah satu produknya, tidak membuat saya menyukai perusahaan yang membuat produk ini.

Dan dalam kenyataannya, saya hampir berhenti membeli silet dari mereka karena iklan mereka yang selalu muncul dan membuat saya muak melihatnya dalam setiap perangkat yang saya miliki. Saya bahkan mencoba mengklik menu opsinya untuk memberitahukan bahwa iklan yang perusahaan tersebut kirimkan terlalu banyak muncul, dan tidak terlalu berguna.

Beberapa waktu lalu, saya meng-klik sebuah iklan online yang menjanjikan sepasang celana boxer pendek gratis. Namun berbalik menjadi tidak gratis dan saya mengabaikan iklannya. Namun sekarang, enam bulan kemudian betapa memalukannya melihat iklan boxer tertempel di semua layar komputer saya!

Apa yang industri periklanan online lupakan adalah terlalu banyak iklan yang tampil “tepat di wajah anda” dapat menimbulkan rasa ketidaksukaan dan mengurangi para konsumen potensial. Saya membayar sekitar $30 setiap bulan untuk akses online surat kabar New York Times, dan seringkali ketika saya sedang berada di situs mereka, muncuk iklan di atas sudut kanan di halaman depan, dimana saya sering meng-klik bagian opini, yang menghalangi saya mengakses apa yang seharusnya saya dapatkan dari biaya yang telah saya keluarkan.

Apakah para editor surat kabar New York Times benar-benar mengira saya akan berhenti sejenak dan melihat iklan ini sebelum saya membaca kolom artikel? Tentu saja tidak. Saya akan mencari tanda X untuk menutup iklan tersebut, jika saya bisa menemukannya.

Para pengiklan tahu akan hal ini dan sekarang mereka berpikir untuk memindahkan tanda X atau menyembunyikannya agar iklan sulit untuk ditutup. Mencoba terlihat lebih pintar dari saya, membuat saya semakin tidak menyukai situs tersebut. Ini hanya sukses membuat saya menjauhinya. Saya tidak tertarik memainkan video game yang bernama “Temukan tanda X sebelum membaca.”

Lalu ada beberapa iklan yang berisi mereka akan membawa anda ke situs yang dituju dalam waktu 15 detik. Anda diminta menunggu dan dipaksa melihat iklan mereka. Saya tidak paham bagaimana tindakan seperti ini bisa membuat produk mereka terjual. Kita perlu membawa seorang psikolog untuk menjelaskannya kepada para marketing iklan tentang apa yang bisa membuat iklan lebih menarik dan bermanfaat. Hal ini pastinya tidak menciptakan gangguan dalam usaha kita untuk bekerja secara efisien dan bisa segera menuntaskannya.

Namun mengeluh memang hal yang mudah, jadi berikut ini beberapa ide yang sebenarnya bisa diterapkan untuk mengatasi masalah ini.

  • Ijinkan kami menunda melihat iklannya nanti, sama seperti pada surat kabar cetak. Beberapa dari kami sebenarnya menyukai iklan di surat kabar, namun kami akan membacanya di sela-sela membaca artikel, tidak saat ketika kami akan melihat cerita yang ingin kami baca. Jika kami melihat iklan yang menarik perhatian, biarkan kami untuk meng-klik atau membacanya nanti. Gunakan tab dalam browser untuk mengumpulkan tautan-tautan dari iklan ini. Faktanya, para penjual iklan dapat mengakses daftar iklan-iklan yang kami tunda untuk melihatnya dan bisa melakukan tugas yang lebih baik untuk memperkirakan apa ketertarikan kami tanpa perlu menyusup ke dalam privasi kami.
  • Jangan mengulangi iklan yang sama terlalu sering. Jika kami tidak meng-klik iklan tersebut dalam beberapa waktu atau beberapa hari, maka hilangkanlah. Anda sudah mendapatkan jawaban kami.
  • Lakukan tugas yang lebih baik dalam menghubungkan suatu produk dengan produk lain yang mungkin kami sukai. Jika kami meng-klik suatu iklan jam tangan, tunjukkan kami iklan pulpen karena biasanya orang-orang yang menyukai ini seringkali menyukainya. Jangan terus memperlihatkan iklan yang sama atau produk yang sama kepada kami.
  • Hindari iklan yang berisi banyak konten dan memperlambat aktifitas. Peningkatan jumlah iklan video dan gambar beresolusi tinggi menguras baterai smartphone kami dan meningkatkan penggunaan paket data. Menggunakan sumber daya yang tidak umum seperti ini untuk iklan sama seperti mengirimkan kami dokumen fax junk (acak dan tidak penting) yang hanya menghabiskan tinta printer kami.

Nyatanya, apa yang benar-benar saya inginkan adalah kemampuan untuk benar-benar bebas iklan internet dimana saya bisa membayar beberapa dolar setahun agar terhindar dari semua iklan-iklan. Apakah anda dan jutaan pengguna lainnya menginginkan hal seperti ini juga?

Industri periklalan harus membuat suatu perubahan. Jelas, algoritma yang mereka gunakan masih primitif dan mempertontonkan kecerdasan psikologi yang rendah. Iklan online seharusnya menarik dan membangkitkan minat konsumen, bukannya mengganggu mereka. Jika mereka tidak segera memperbaikinya, akan semakin banyak orang mulai menggunakan software pemblok iklan untuk menyingkirkan seluruh iklan tersebut, secara sepenuhnya.

Print Friendly, PDF & Email