“Komunikasi adalah sarana agar seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain, entah melalui suara, teks, video dan lain sebagainya. Dan saat produk smartwatch mulai semakin banyak, hadir cara baru berkomunikasi yaitu dengan sentuhan. Namun seberapa jauh bentuk komunikasi ini dapat diterima nantinya?”

 – catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Ben Bajarin

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Taufik Al

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Bukan hal yang sulit untuk mengingat kembali siklus inovasi teknologi dan melihat bagaimana teknologi telah berkembang dan mempengaruhi cara kita berkomunikasi. Mulai dari pensil, mesin cetak, komputer, hingga internet, dan belakangan ini kita memasuki era smartphone, semuanya telah mengembangkan bentuk komunikasi dengan berbagai cara. Setiap inovasi telah membawa cara baru berkomunikasi baik secara verbal maupun non-verbal. Telepon memungkinkan komunikasi verbal jarak jauh. Komputer telah membawa komunikasi non-verbal ke era digital dengan mengembangkan tulisan tangan kedalam bentuk digital yang dapat dikirim secara real-time. Ponsel memungkinkan komunikasi jarak jauh dimanapun kita berada. Smartphone lebih jauh lagi memungkinkan kita untuk berkomunikasi verbal maupun non-verbal darimana saja. Bagaimanapun, apa yang dapat kita pelajari ketika mengamati perkembangan teknologi dan bagaimana teknologi telah mengembangkan cara kita berkomunikasi, pada akhirnya, kita telah membuat konteks baru dalam cara berekspresi dan berkomunikasi secara digital. Intinya, teknologi telah membawa banyak pilihan untuk berkomunikasi.

Sebagai contoh, sebelum ada ponsel, banyak dari kita mempunyai pager. Pada dasarnya pager adalah pengembangan dari telepon. seseorang bisa menghubungi kita melalui pager dengan sebuah nomor dan kemudian kita akan menghubunginya dengan telepon. Ketika kita masih remaja, kita membuat kode nomor untuk mengirim berbagai pesan. seperti 43770 untuk “Hello”. 143 untuk “I love you”. Hasilnya, setiap nomor atau kombinasi nomor mempunyai sebuah kombinasi huruf alfabet. Jika kita melihat kebelakang, ini merupakan bentuk awal dari pesan teks, yang mana merupakan cara baru dalam berkomunikasi. Tentunya kita tidak selalu berbicara panjang lebar di telepon. Pesan singkat biasanya sudah cukup. Pilihan inilah yang diberikan teknologi kepada kita sehingga memungkinkan kita berkomunikasi dengan cara baru tergantung jenis percakapannya.

Banyak juga dari kita yang mungkin masih mengingat pengalaman pertama saat menggunakan BlackBerry. Ada sensasi tersendiri ketika kita bisa melihat email selain dari komputer pribadi. Kita dengan cepat terbiasa bahwa untuk email-email tertentu, balasan singkat sudah cukup dan BlackBerry melakukan tugas ini dengan sangat baik. Tetapi untuk email lainnya, tentu perlu respon yang cukup panjang. Untuk tugas ini, kita akan kembali menggunakan komputer pribadi. Jenis balasan tersebut membuat kita terbiasa memilih perangkat untuk digunakan dalam era multi perangkat ini. Inilah yang saya maksud dengan teknologi memberi kita berbagai pilihan. Sebelum BlackBerry (atau PDA, dll), menggunakan komputer adalah satu-satunya pilihan kita baik untuk email yang panjang maupun pendek. Dengan inovasi-inovasi dari BlackBerry, kita kembali disuguhi dengan banyak pilihan.

Sentuhan Digital

Masih banyak lagi contoh-contoh yang dapat saya gali lebih dalam, tetapi disini saya ingin mencukupkan bahasan diatas dan beralih ke pembahasan tentang jam tangan pintar pada umumnya dan Apple Watch pada khususnya. Ketika banyak pertanyaan mengemuka mengenai Apple Watch, yang sangat menarik bagi saya disini adalah potensinya untuk menambah elemen dalam komunikasi. Sebelumnya telah saya bahas tentang komunikasi verbal dan tulisan, namun saya melupakan satu bentuk komunikasi – yaitu komunikasi fisik. Sebagai bagian dari penelitian berkelanjutan saya tentang manusia, saya memperhatikan berbagai penelitian terkini mengenai ilmu pengetahuan tentang sentuhan dalam komunikasi manusia. Artikel dari Berkeley ini bisa menjadi pembuka yang baik untuk subjek ini dan baris ini adalah salah satu bagian yang paling menarik :

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penilitian telah menemukan bahwa sentuhan memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan dan emosional. Penelitian ini membuktikan bahwa sentuhan merupakan hal yang sangat mendasar dalam komunikasi manusia, hubungan dan kesehatan.

Hubungan fisik telah terbukti dari waktu ke waktu merupakan inti dari hubungan yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bagaimana orang-orang, bahkan orang asing pun, bisa menyampaikan emosinya melalui sentuhan. Sentuhan fisik adalah bagian yang mendasar dari cara kita berkomunikasi. Sangat pribadi dan intim, juga asing dalam dunia digital.

Apa yang Apple hadirkan dalam Apple Watch nampaknya akan mulai membawa sentuhan digital sebagai salah satu cara baru berkomunikasi di era digital ini. Saya rasa Apple memahami hal ini. Blok text dibawah ini terdapat dalam website Apple Watch yang menjelaskan nilai atau arti dari sentuhan digital.

MORE IMMEDIATE, INTIMATE WAYS TO CONNECT.

you won’t just see and respond to messages, calls, and notifications easily and intuitively. You’ll actual feel them. With Apple Watch, every exchange is less about reading words on a screen. And more about making a genuine connection.

Apa yang Apple presentasikan tentang Apple Watch terlihat seperti sebuah awal yang mengenalkan sentuhan digital sebagai metode komunikasi pada era digital. Dan jika kita berpikir tentang perangkat yang memungkinkan komunikasi melalui sentuhan digital, maka masuk akal jika itu dilakukan melalui perangkat yang kita pakai daripada perangkat yang kita simpan di kantong atau tas kita.

Saat Apple terus mengupayakan hal ini, adalah sebuah potensi yang besar jika ide tersebut terus dikembangkan. Salah satu perusahaan haptic terkemuka bernama Immersion dalam beberapa tahun terakhir sedang mengembangkan komunikasi haptic serupa sebagai suatu bahasa dan akan membawa solusi tersebut ke semua perangkat wearable.

Dengan cara yang sama teknologi telah mengembangkan berbagai pilihan untuk berkomunikasi, namun tetap saja teknologi belum bisa menggantikan berbagai metode komunikasi lainnya. Disisi lain, komunikasi terus berkembang melalui teknologi tetapi beberapa cara lama tetap kita gunakan. Demikian pula sentuhan digital tidak akan bisa menggantikan sentuhan fisik akan tetapi ketika kita berada jauh dari orang-orang yang kita sayangi, teman dan keluarga, sentuhan digital berpotensi untuk memperluas metode komunikasi yang unik dan intim tersebut dengan cara yang tidak mungkin sebelumnya.

Print Friendly, PDF & Email