“Dari segi fungsi, SSD sama dengan HDD yaitu sebagai media penyimpanan data. Namun SSD memiliki sistem kerja yang berbeda yang membuat beberapa kebiasaan saat menggunakan HDD menjadi hal yang sangat tabu”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Chris Hoffman

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Solid State Drive atau SSD adalah perangkat yang berbeda dari HDD atau hardisk mekanik magnetis yang dipergunakan oleh sebagian besar pengguna komputer. Ada banyak hal berbeda yang biasanya dilakukan pada hardisk mekanis tidak boleh diterapkan pada hardisk tipe baru SSD.

apa itu ssd flash

Solid State Drive atau SSD

SSD dihadirkan di sistem operasi dengan cara yang sama, namun memiliki skema kerja yang berbeda. Jika anda adalah orang yang suka mencoba-coba, penting untuk mengetahui apa itu ssd, mana yang boleh dan mana yang harusnya tidak boleh dilakukan pada komponen baru ini.

#1 Jangan Mendefragmentasi SSD

SSD tidak boleh di-defragmentasi. Sektor penyimpanan pada SSD memiliki batas jumlah penulisan – seringkali jumlahnya lebih sedikit lagi pada yang harganya lebih murah – dan jika di-defragmentasi akan membuat terjadinya banyak proses penulisan sebanyak perpindahan data-data saat di-defragmentasi.

Dan lagi, anda tidak akan mendapatkan peningkatan kecepatan setelah proses defragmentasi. Pada hardisk biasa atau tipe mekanik, proses defragmentasi adalah hal yang menguntungkan karena kepala pembaca (head drive) berpindah-pindah membaca data dalam cakram piringan. Jika suatu data menyebar di berbagai tempat, head drive harus bergerak memutar untuk membaca semua potongan data, dan hal ini akan memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan membaca data hanya dari satu tempat saja dalam cakram.

Pada SSD, tidak ada pergerakan mekanis. Pembacaan data bisa dilakukan dari sektor mana saja yang tertanam di dalamnya. SSD memang dirancang untuk menempatkan data di dalam drive secara merata, yang mana membantu menyebarkan dampak pemakaian data – dibandingkan dengan menulis semuanya di satu tempat dan membuatnya cepat usang – dan proses penulisan disebar di seluruh drive.

#2 Jangan Membersihkan Data di SSD

Asumsikan anda menggunakan sebuah sistem operasi yang mendukung TRIM – Windows 7+, Mac OS X 10.6.8+, atau sebuah distribusi Linux yang dirilis dua atau tiga tahun lalu – anda tidak perlu menimpa atau “membersihkan” sektor yang bebas. Adalah penting ketika berurusan dengan hardisk mekanik, karena data-data yang dihapus tidak benar-benar terhapus segera. Sektor tersebut hanya ditandai sudah dihapus, namun sampai sektor tersebut di tulis ulang, data yang sebelumnya masih bisa dikembalikan dengan peralatan seperti program Recuva.

Untuk mencegah hal ini terjadi ketika membuang suatu komputer atau hardisk, orang-orang menggunakan alat seperti DBAN atau fitur Drive Wiper di CCleaner untuk menimpa ruang bebas yang ada, memastikannya penuh dengan data tidak berguna.

Di dalam sistem operasi yang mendukung TRIM, data-data dihapus dengan segera. Ketika anda menghapus sebuah data dalam sistem operasi anda, sistem akan menginformasikan SSD bahwa data tersebut di hapus dengan perintah TRIM, dan sektornya akan segera dihapus. Data anda akan benar-benar terhapus dan tidak bisa dikembalikan lagi.

Beberapa SSD lama tidak mendukung TRIM. Namun demikian, fitur TRIM telah ditambahkan, segera setelah SSD ramai digunakan di pasaran. Kecuali jika anda memiliki SSD model awal, SSD anda seharusnya mendukung fitur TRIM.

#3 Jangan Menggunakan Windows XP, Windows Vista, atau Menonaktifkan TRIM

Komputer yang menggunakan SSD, seharusnya menggunakan sistem operasi modern. Secara khusus ini berarti anda tidak boleh menggunakannya pada Windows XP atau Windows Vista. Kedua sistem operasi lama ini tidak mendukung perintah TRIM. Ketika anda menghapus sebuah data dalam hardisk, sistem operasi yang lama ini tidak bisa mengirimkan perintah TRIM kepada drive, sehingga data masih akan tetap ada pada sektor di dalam drive.

Selain teorinya memungkinkan untuk terjadinya pemulihan data-data privat, hal ini bisa membuat kinerja menjadi lambat. Ketika sistem operasi anda mencoba untuk menulis sebuah data baru di ruang kosong tersebut, sektor harus dalam keadaan sudah dihapus, kemudian menulisnya. Hal ini membuat operasi penulisan data membutuhkan waktu yang lebih lama dan akan memperlambat performa penulisan di drive.

Hal ini jugalah yang menjadi alasan mengapa anda tidak perlu menonaktifkan TRIM pada Windows 7 dan pada sistem operasi modern lainnya. Fitur ini aktif secara default, jadi biarkan saja.

#4 Jangan Menggunakannya Sampai Penuh

Anda harus membiarkan beberapa ruang kosong pada SSD anda atau kemampuan menulis datanya akan menurun secara drastis. Hal ini mungkin mengejutkan, namun sebenarnya cukup mudah untuk dipahami.

Ketika SSD memiliki banyak ruang kosong, di dalamnya terdapat banyak blok-blok kosong. Ketika anda menulis suatu file, SSD akan menulisnya ke dalam blok yang kosong.

Ketika SSD memiliki sedikit ruang kosong, akan ada banyak blok-blok yang sudah terisi. Ketika anda menulis suatu file, sistem harus membaca blok-blok yang sudah terisi ke dalam cache, memodifikasi blok yang sudah terisi dengan data baru, dan kemudian menulisnya kembali ke dalam drive. Hal ini akan terjadi pada setiap blok data yang harus dituliskan.

Dengan kata lain, menulis ke dalam sebuah blok yang kosong adalah hal yang cepat, namun menulis ke dalam blok yang sudah terisi memerlukan pembacaan blok terisi, memodifikasi nilainya, dan kemudian menulisnya kembali. Mengulangnya dalam jumlah yang banyak, setiap saat untuk setiap file yang dituliskan ke dalam drive akan sebanyak jumlah file yang tentu mengurangi banyak blok yang tersedia.

Dari hasil pengujian, Anandtech merekomendasikan bahwa “anda sebaiknya menggunakan sekitar 75% dari kapasitas totalnya jika anda menginginkan keseimbangan yang bagus antara konsistensi performa dan kapasitasnya.” Dengan kata lain, sisihkan 25% dari kapasitas drive anda dan jangan dipergunakan. Gunakan hanya 75% dari kapasitas hardisk anda dan anda akan bisa mengatur performanya secara ideal. Anda akan mulai melihat performa semakin melambat ketika anda melewati batas tersebut.

#5 Jangan Menulisnya Secara Terus Menerus

Untuk memperpanjang masa hidup SSD, anda harus mencoba meminimalkan penulisan data ke dalam drive. Sebagai contoh, anda bisa mengatur ulang program yang ada dan mengarahkannya agar penulisan file atau data temporer ditulis di tempat lain, seperti hardisk mekanik jika di dalam komputer anda memilikinya.

Mengubah settingan program mungkin tidak menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Namun tetap harus diingat, jangan menjalankan program yang rutin terus-menerus menulis ke dalam drive. Jika anda menggunakan program yang seperti itu, anda mungkin bisa mengarahkannya ke hardisk mekanik dimana anda tidak perlu khawatir akan penurunan performa atau kinerja dari drive tersebut.

#6 Jangan Menyimpan Data Besar, yang jarang diakses

Ini salah satu hal yang sudah jelas. Perangkat SSD ukurannya lebih kecil dan lebih mahal per-Gigabyte-nya dibandingkan hardisk mekanik. Namun demikian, mereka dirancang dengan penggunaan daya yang sedikit, tidak berisik, dan lebih cepat.

Data-data atau file-file yang cocok atau ideal disimpan di dalam SSD sebaiknya berupa sistem operasi, program-program, games, dan data lainnya yang akan diakses dengan cepat dan rutin. Adalah ide yang buruk menyimpan koleksi data hiburan anda di dalam SSD, dimana tidak membutuhkan performa kecepatan dan akan menghabiskan ruang penyimpanan anda yang berharga. Jika anda menggunakan laptop, pertimbangkan untuk memiliki sebuah hardisk external untuk penyimpanan data-data media anda. Hardisk mekanik masih cukup bagus dalam menyediakan kapasitas penyimpanan yang besar dan dengan harga yang lebih murah per-Gigabyte-nya.

 

Print Friendly, PDF & Email