“Alibaba menjadi perusahaan teknologi revolusioner di China yang mampu menyamai Yahoo bahkan mengejar Google hanya dalam beberapa tahun. Kejeniusan Jack Ma membuat negara China yang pada dasarnya adalah komunis tertutup, mampu memiliki sistem e-commerce yang sesuai dengan negara tersebut, dan tanpa mengekor sistem e-commerce yang sebelumnya sudah ada di dunia barat”

– catatan editor –

Artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh: Aiyana Donske

Ditranslasikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Edy Kesuma

Dicek dan ditinjau ulang oleh: Reopan editor


Alibaba: sebuah bentuk kombinasi dari Etsy, Ebay, dan Amazon baru-baru ini menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia setelah bergabung dengan bursa saham New York Stock Exchange. Bahkan keberadaan Alibaba memberikan pengaruh yang luar biasa signifikan melampui perhitungan ukuran apapun dan meresap kedalam kehidupan perorangan di Republik Rakyat China.

Diluncurkan tahun 1999, Alibaba merupakan produk dari sang jenius Jack Ma yang membumi dan mudah diterima oleh masyarakat umum. Tanpa meminjam sepeser sen-pun dari pemerintah China maupun dari bank-bank China, Ma membangun perusahaannya dengan investasi awal tidak kurang dari $50.000. Dan saat ini, nilai perusahaannya mencapai $231 milyar.

Berkantor pusat di Hangzhou, China, perusahaan ini memiliki cakupan kemampuan “untuk mencapai jutaan sampai milyaran konsumen yang sebelumnya tidak terjangkau” sebagaimana yang dinyatakan oleh Lara Logan pada sebuah wawancara yang dia adakan dengan Jack Ma dalam program berita televisi CBS. Ma berkata, “Anda dapat membeli apapun, selama itu adalah legal. Apapun.” Bentuk operasi perusahaan Ma seperti jenis pasar terbuka yang menghubungkan penjual dan pembeli. “Alibaba menciptakan platform e-commerce yang membantu usaha/bisnis kecil sama baiknya dengan para perusahaan ternama dalam menjangkau konsumen. Disini tidak menjual barang secara langsung dan kami tidak memiliki gudang atau warehouse. Disini adalah kumpulan lebih dari 500 juta pengguna teregistrasi, yang mana adalah 40 persen lebih dari jumlah populasi China.” Ma menjelaskan bahwa mereka perlu lebih banyak lagi. Kami memiliki lebih dari 100 juta orang berkunjung ke dalam situs kami, datang dan berbelanja setiap hari. Dan ini hanya sebuah permulaan.”

Alibaba dan Jack Ma

Alibaba dan Jack Ma

Ketajaman intelegensinya bukan berasal dari suatu Universitas di Amerika ataupun didapat dari buku pelajaran yang spesifik. Ma bahkan tidak bisa berbicara bahasa Inggris sampai dia mempelajarinya sendiri dengan berjalan mendekati orang asing dan menawarkan tour gratis sebagai imbalan untuk mendapatkan pelajaran gratis. Tidak seperti kebanyakan jika bukan orang China yang sukses, Ma tidak memiliki status apapun, koneksi, jabatan politik atau lainnya, dan datang dari keluarga kurang mampu. Sebaliknya, kerajaan yang telah dia bangun berasal dari antusiasme murni dan passionnya yang masih mentah tentang internet. Ketika internet pertama kali muncul di akhir tahun 1990an, Ma menjangkau kesempatan tersebut dan menanamkannya pada langkah pertama pendirian Alibaba. Tidak pernah dalam mimpinya dia meramalkan apa yang menjadi inspirasi dan kepercayaan perusahaannya akan melampui dari apa yang diperkirakan. Perusahaannya yang sangat besar ini dimulai di tahun 1995 ketika dia datang ke Amerika sebagai seorang penerjemah:

“Saya belum pernah menyentuh keyboard komputer sebelumnya. Saya juga belum pernah menggunakan komputer sebelumnya. Dan saya berkata, “Apa itu internet? Dia berkata, “Jack, anda bisa mencari apapun yang anda inginkan di internet.” Saya berkata, “Bagaimana saya bisa mencarinya? Apa maksudnya melakukan pencarian?” Dia menjawab, “Hanya perlu mengetiknya.” Saya berkata, “Saya tidak mau mengetik.” Komputer sangat mahal di China, saya tidak ingin merusaknya. Dia berkata, “Ini bukanlah bom, hanya perlu mengetik.” Jadi saya mengetiknya untuk pertama kali, kata-kata bertuliskan ‘beer.’ Pada saat itu internet masih sangat lambat, kemudian muncul tampilan bir Amerika, bir Jepang dan bir Jerman namun bukan bir China. Jadi saya penasaran. Dan saya mengetikkan, ‘China.’ Tidak ada China. Tidak ada data. Kembali pulang ke Hangzhou dengan uang $1 di kantong celana, merasa takut dan khawatir. Dan saya kembali dan berkata, “Saya ingin melakukan sesuatu dengan apa yang disebut internet.”

Ketika menanyakan apakah pemerintah China pernah atau tidak pernah menginterferensi kekuasannya dia mengekspresikan kepuasan bagaimana [pemerintah] peduli bahwa saya bisa menstabilkan negara. Saya memberitahu pemerintah, jika orang-orang tidak memiliki pekerjaan, anda dalam masalah. Pemerintah akan dalam masalah. Pekerjaan saya adalah untuk membantu lebih banyak orang mendapatkan pekerjaan.” Namun Ma memiliki ketentuan yang ketat jika menyangkut berbisnis dengan pemerintah, dan itu adalah tidak. Dia menyatakan, “Saya berbicara sangat ketat kepada tim saya. Jangan pernah melakukan bisnis dengan pemerintah. Cintai mereka. Namun jangan sampai menikahi mereka. Jadi kami tidak pernah mengerjakan proyek untuk pemerintah… Karena hal tersebut, kami bisa tetap menjaga hubungan yang baik dengan pemerintah.”

Perusahaan milyaran dolar Alibaba dan Jack Ma ini telah membuat orang-orang Republik China bersatu dan lebih dekat dalam sebuah cara yang masih tetap mempertahankan diri mereka sebagai negara komunis yang sebelumnya belum pernah mereka alami. Usaha atau bisnis kecil sebenarnya memiliki kesempatan sukses dalam cara yang sederhana atau lainnya atau dapat menjadi sebuah asosiasi besar. Ma telah memberikan jaminan kesempatan kepada mereka. Tidak hanya memberi dampak yang besar di China dimana mampu mengoperasikan alur perdagangan dari para penjual terkecil sampai ke pembeli terbesar, namun dia juga telah membuat dampak yang besar di Amerika hanya dengan sepuluh hari terakhir sejak perusahaan ini bergabung dengan bursa saham New York Stock Exchange.

Pada akhirnya, Alibaba dan Jack Ma hanya ingin “membantu, bukan menginvasi.” Dan ini hanya baru bentuk awalnya saja.

Print Friendly, PDF & Email